Komentar Pedas Legenda Serie A: Wasit Semi-final Argentina vs Inggris 'Aib'
Baca dalam 60 detik
- Legenda Juventus dan Roma, Marco Tardelli dan Paulo Roberto Falcao, mengecam keras kepemimpinan wasit asal Amerika Serikat dalam laga Argentina vs Inggris di semifinal Piala Dunia.
- Tardelli menyoroti inkonsistensi wasit yang dinilai tidak mampu mengendalikan pertandingan, sementara Falcao menyebut adanya pukulan yang luput dari hukuman kartu merah.
- Pertandingan berakhir dramatis dengan kemenangan Argentina 2-1 lewat gol telat Lautaro Martinez, memicu perdebatan soal kualitas perangkat pertandingan di turnamen akbar.

Kekalahan Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia tak hanya menyisakan kekecewaan di kubu The Three Lions. Di Italia, dua legenda Serie A, Marco Tardelli dan Paulo Roberto Falcao, melontarkan kritik pedas terhadap kinerja wasit yang memimpin laga sengit di Atlanta tersebut. Keduanya menilai sang pengadil lapangan tidak layak memimpin pertandingan sekelas semifinal Piala Dunia.
Dalam tayangan Rai 1 yang dikutip Corriere dello Sport, Tardelli yang merupakan ikon Juventus dan pahlawan Piala Dunia 1982 langsung meluapkan kemarahannya sejak babak pertama. Ia menyoroti pelanggaran keras yang dilakukan pemain Argentina, Leandro Paredes, yang dinilainya tidak beralasan. “Pertandingan baru dimulai, Paredes sudah melakukan pelanggaran kasar tanpa alasan. Aib. Inggris juga sama, eh… Bukan sepak bola, hanya pelanggaran!” ujar Tardelli.
Kritik Tardelli tak berhenti di situ. Ia mempertanyakan penunjukan wasit asal Amerika Serikat untuk laga sepenting ini. “Wasit tidak melakukan apa pun. Luar biasa, saya ingin tahu siapa yang menempatkannya di sana. Apa urusan wasit Amerika dengan pertandingan ini? Dia tidak memenuhi syarat,” tegasnya.
Paulo Roberto Falcao, legenda Roma dan Brasil, tak kalah geram. Ia menyoroti satu insiden di mana seorang pemain melayangkan pukulan tanpa mendapat kartu merah. “Luar biasa! Seseorang melayangkan pukulan dan wasit bahkan tidak memberikan kartu merah. Ini serangan, bukan pelanggaran biasa. Pukulan itu layak kartu merah, pukulan keras. Saya belum pernah melihat hal seperti ini dalam sepak bola. Jika terus begini, pasti tidak akan selesai sebelas lawan sebelas,” kata Falcao.
Meski kritik pedas dilontarkan, pertandingan tetap berakhir dengan sebelas pemain di masing-masing sisi. Drama terjadi di babak kedua: Anthony Gordon membawa Inggris unggul, namun Enzo Fernández menyamakan kedudukan pada menit ke-85. Petaka bagi Inggris datang di masa injury time ketika Lautaro Martinez menanduk umpan Lionel Messi untuk memastikan kemenangan Argentina. Messi tercatat memberi assist untuk dua gol kemenangan timnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kritik terhadap wasit asal Amerika Serikat ini mengingatkan pada perdebatan serupa di level Asia. Kualitas perangkat pertandingan kerap menjadi sorotan, terutama saat memimpin laga-laga besar antarnegara. Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan: apakah federasi sepak bola dunia perlu meninjau ulang kriteria penunjukan wasit untuk partai krusial? Dengan final mempertemukan Argentina dan Spanyol, sorotan kini beralih ke apakah wasit akan tampil lebih baik atau justru kembali menuai kontroversi.



