Morocco Tolak Sanjungan, Fokus Taklukkan Prancis di Perempat Final Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menegaskan timnya tidak akan terlena dengan pujian atas pencapaian di Piala Dunia, karena target utama adalah gelar juara.
- Laga melawan Prancis pada Jumat dini hari menjadi ulangan semifinal 2022, namun kini Maroko datang sebagai tim percaya diri yang haus revans.
- Prancis, dengan lini depan mematikan seperti Mbappe dan Dembele, diunggulkan, tetapi Maroko siap bermain tanpa beban dan tanpa penyesalan.

Maroko menolak larut dalam euforia pencapaian mereka di Piala Dunia 2026. Pelatih Mohamed Ouahbi dengan tegas menyatakan bahwa timnya belum pantas menerima pujian sebelum turnamen benar-benar usai. Jelang duel perempat final melawan Prancis, Jumat (12/7) dini hari WIB, Ouahbi justru mengingatkan anak asuhnya bahwa satu-satunya "bonus" yang berarti adalah membawa pulang trofi juara.
Pertandingan di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts, ini merupakan ulangan semifinal edisi 2022. Saat itu, langkah bersejarah Maroko di Qatar dihentikan oleh Les Bleus. Namun, kali ini situasinya berbeda. Maroko tidak lagi dipandang sebagai kuda hitam yang sekadar numpang lewat. Mereka melewati fase grup dengan mulus, menyingkirkan Belanda dan tuan rumah Kanada, serta menegaskan diri sebagai kandidat serius perebut gelar.
"Kami akan melakukan evaluasi di akhir turnamen," ujar Ouahbi dalam konferensi pers, Rabu (10/7). "Saya tidak akan mengatakan apa pun sekarang karena kami bisa meraih lebih. Kami tidak akan mendengarkan orang yang berkata 'apa yang kalian lakukan sejauh ini luar biasa'." Sikap ini mencerminkan mentalitas baja yang telah membawa Maroko sejauh ini. Ouahbi menambahkan, "Saya tidak suka perasaan 'kami sudah berhasil sampai di sini, sisanya bonus'. Tidak, bonusnya adalah memenangi Piala Dunia."
Di sisi lain, Prancis datang dengan status favorit. Meski hanya menang 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar berkat penalti Mbappe, lini depan mereka tetap menakutkan. Kombinasi Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola disebut sebagai salah satu barisan penyerang paling berbahaya dalam sejarah Piala Dunia. Namun, Ouahbi tidak gentar. "Ini bukan soal aset," katanya. "Kunci pertandingan adalah bermain tanpa penyesalan. Kami harus bermain 2.000 persen dan tidak berpikir bahwa apa yang telah kami lakukan sudah cukup."
Bagi publik sepak bola Indonesia, duel ini menyajikan tontonan menarik. Maroko, yang sempat menjadi idola baru setelah sukses di Qatar 2022, kini kembali diuji. Apakah mereka mampu membalikkan sejarah dan menembus semifinal? Ataukah Prancis akan kembali menjadi batu sandungan? Satu hal yang pasti: Maroko tidak datang untuk sekadar menjadi lawan yang menyulitkan. Mereka datang untuk menang.
Pertanyaan besarnya, bisakah Maroko mengulang kejutan seperti saat menyingkirkan Spanyol dan Portugal di edisi sebelumnya? Ataukah pengalaman dan kualitas individu pemain Prancis akan kembali berbicara? Jawabannya akan terungkap dalam 90 menit pertandingan yang sarat gengsi ini.



