Italia Gagal ke Piala Dunia U-20 Usai Kalah Adu Penalti dari Denmark
Baca dalam 60 detik
- Timnas Italia U-19 tersingkir dari Kejuaraan Eropa setelah kalah adu penalti dari Denmark dalam laga play-off.
- Kekalahan ini memupus harapan Italia untuk tampil di Piala Dunia U-20 2027, padahal mereka menjadi finalis edisi 2023.
- Denmark memastikan tiket ke Piala Dunia U-20 setelah menang 5-4 dalam adu penalti yang menegangkan.

Kegagalan Italia untuk melangkah ke Piala Dunia U-20 2027 menjadi kenyataan pahit setelah tim asuhan Massimo Pessina takluk dari Denmark dalam adu penalti pada laga play-off Kejuaraan Eropa U-19, Selasa (25/7) waktu setempat. Padahal, Italia adalah finalis edisi sebelumnya dan diunggulkan di turnamen yang berlangsung di Wales ini.
Perjalanan Italia di Grup B sebenarnya dimulai dengan gemilang. Mereka mengalahkan Serbia 2-0 di laga perdana. Namun, hasil imbang tanpa gol melawan Kroasia dan kekalahan 1-0 dari Ukraina di pertandingan terakhir membuat mereka hanya finis di posisi ketiga klasemen. Posisi itu memaksa Italia harus melewati babak play-off untuk merebut satu tiket tersisa ke Piala Dunia U-20.
Dalam laga play-off yang berlangsung ketat, Italia dan Denmark sama-sama kesulitan menciptakan peluang emas. Skor 0-0 bertahan hingga 90 menit, bahkan setelah perpanjangan waktu. Adu penalti pun menjadi penentu. Kiper Italia, Massimo Pessina, sempat menggagalkan eksekusi Alfred Gothler, namun Andrea Natali dari Italia juga gagal. Babak sudden death menjadi mimpi buruk bagi Italia ketika Destiny Elimoghale melepaskan tembakan melambung di atas mistar, memberi kesempatan Simon Stuker untuk menjadi pahlawan Denmark.
Bagi Indonesia, kegagalan Italia ini menjadi pengingat betapa ketatnya persaingan di level usia muda Eropa. Regenerasi pemain menjadi kunci, dan Italia yang sempat menjadi kiblat sepak bola dunia kini harus mengevaluasi pembinaan usia dini. Sementara itu, Denmark menunjukkan bahwa konsistensi dan mentalitas juara bisa mengalahkan tim yang lebih diunggulkan.
Ke depan, Italia harus segera bangkit dan memperbaiki sistem pembinaan jika ingin kembali bersaing di pentas dunia. Tanpa tiket ke Piala Dunia U-20, generasi emas potensial Italia kehilangan panggung internasional yang penting untuk perkembangan mereka. Pertanyaan besarnya, akankah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) melakukan perubahan struktural yang diperlukan?



