Klopp Sepakat Tangani Timnas Jerman, Gantikan Nagelsmann
Baca dalam 60 detik
- Jurgen Klopp telah menyetujui poin-poin utama kontrak sebagai pelatih baru timnas Jerman setelah bertemu petinggi DFB di New York.
- Kesepakatan masih menunggu izin dari Red Bull, tempat Klopp menjabat kepala sepak bola global sejak Januari 2025.
- Klopp diharapkan menandatangani kontrak empat tahun, menjadi pekerjaan pertamanya sejak meninggalkan Liverpool pada 2024.

Jurgen Klopp, pelatih legendaris asal Jerman, dikabarkan telah mencapai kesepakatan prinsip untuk menjadi nahkoda baru timnas Jerman menggantikan Julian Nagelsmann yang mundur setelah kegagalan di Piala Dunia. Pertemuan antara Klopp dan petinggi Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) di New York pada Jumat lalu menjadi titik terang bagi masa depan sepak bola Jerman yang tengah terpuruk.
Dalam pernyataan resmi, DFB mengonfirmasi bahwa Presiden Bernd Neuendorf dan Wakil Presiden Hans-Joachim Watzke telah mengadakan pembicaraan mendalam dengan Klopp. "Selama pertukaran yang konstruktif, kesepakatan dicapai pada poin-poin kunci dari potensi kontrak. Pembicaraan akan dilanjutkan pekan depan," tulis DFB. Kedua pihak optimistis negosiasi dapat diselesaikan dengan sukses, meski masih harus mendapatkan persetujuan dari Red Bull, tempat Klopp menjabat sebagai kepala sepak bola global sejak Januari 2025.
Klopp disebut-sebut akan meneken kontrak berdurasi empat tahun—sebuah langkah yang menandai debutnya di sepak bola internasional setelah sembilan tahun menukangi Liverpool. Sejak meninggalkan Anfield pada musim panas 2024, pria 57 tahun itu lebih banyak berperan sebagai pundit televisi Jerman selama Piala Dunia. Spekulasi kepulangannya ke kursi pelatih klub sempat merebak, termasuk kaitannya dengan Real Madrid, namun ia membantahnya sebagai "omong kosong".
Kedekatan Watzke dengan Klopp menjadi faktor kunci dalam percepatan negosiasi. Watzke, yang menjabat CEO Dortmund dari 2005 hingga tahun lalu, memiliki hubungan erat dengan Klopp sejak era keemasan Dortmund. Di tengah performa buruk Jerman di turnamen besar—gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2018 dan 2022, serta tersingkir di 32 besar edisi terbaru—kehadiran Klopp diharapkan mampu membangkitkan kembali kejayaan yang terakhir diraih pada 2014.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini menjadi sorotan tersendiri. Klopp adalah figur populer berkat gaya permainan "heavy metal" dan kepribadiannya yang karismatik. Banyak penggemar di Tanah Air yang mengikuti kariernya sejak di Dortmund hingga Liverpool. Jika resmi menangani Jerman, laga-laga timnas Jerman di ajang internasional mendatang diprediksi akan semakin menarik perhatian, termasuk kemungkinan menghadapi tim-tim Asia seperti Jepang atau Australia yang kerap menjadi lawan uji coba.
Klopp sendiri mengawali karier kepelatihannya di Mainz 05, klub tempat ia menghabiskan hampir seluruh masa bermainnya. Rekam jejaknya yang gemilang di level klub membuat publik Jerman menaruh harapan besar. Namun, tantangan di tim nasional berbeda: ia hanya memiliki sedikit waktu untuk membangun skuad dan harus segera beradaptasi dengan format turnamen yang padat. Pertanyaan besarnya, mampukah Klopp mengulang sukses ala Joachim Low yang membawa Jerman juara dunia pada 2014?



