Piala Dunia 2026: 21 Pemain Serie A Bertahan di Perempat Final, Italia Absen
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 21 pemain dari Serie A dan Serie B masih berlaga di perempat final Piala Dunia 2026.
- Belgia dan Norwegia menjadi negara dengan kontingen pemain Italia terbanyak, masing-masing lima pemain.
- Absennya Italia membuka peluang bagi penggemar Serie A untuk mendukung tim dengan pemain favorit mereka.

Perempat final Piala Dunia 2026 di Amerika Utara masih menyisakan 21 pemain yang berkarier di Serie A dan Serie B Italia. Setelah laga babak 16 besar rampung pada Selasa malam, sejumlah klub Italia masih diwakili oleh pemain-pemain yang membela negara masing-masing.
Tanpa kehadiran Italia yang gagal lolos ke turnamen ini, perhatian penggemar Serie A kini tertuju pada Belgia dan Norwegia. Kedua tim itu memiliki lima pemain yang berlaga di kompetisi Italia, menjadikan mereka kiblat dukungan bagi para pecinta sepak bola Italia yang ingin tetap terhubung dengan aksi di Piala Dunia.
Prancis dan Swiss juga tak kalah menarik dengan masing-masing empat pemain Serie A di skuad mereka. Sementara itu, Argentina hanya menyumbang dua pemain, yakni Lautaro Martinez (Inter Milan) dan Nico Paz (Como). Maroko hanya memiliki satu wakil, yaitu gelandang Roma Neil El-Aynaoui. Spanyol dan Inggris sama sekali tanpa pemain dari Serie A.
Dominasi pemain Serie A di Piala Dunia ini menunjukkan betapa kompetitifnya liga Italia meskipun tim nasionalnya absen. Bagi penggemar Indonesia yang mengikuti Serie A, momen ini bisa menjadi ajang untuk mendukung pemain favorit mereka yang berlaga di panggung global. Misalnya, penggemar Inter Milan bisa mendukung Argentina lewat Lautaro Martinez, sementara pendukung Milan bisa berharap pada Prancis yang diperkuat Mike Maignan dan Adrien Rabiot.
Menurut analis sepak bola Italia, kehadiran 21 pemain Serie A di perempat final menjadi bukti bahwa liga Italia tetap menjadi salah satu pemasok bakat terbesar di Eropa. โMeski Italia tidak lolos, kualitas pemain yang bermain di Serie A tetap diakui dunia,โ ujar seorang pengamat. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi federasi sepak bola Indonesia untuk terus mengembangkan kompetisi domestik agar mampu melahirkan pemain yang bersaing di level internasional.
Ke depan, persaingan di perempat final akan semakin ketat. Tanpa Italia, dukungan penggemar Serie A kemungkinan besar akan terpecah antara Belgia, Norwegia, Prancis, dan Swiss. Pertanyaannya, mampukah salah satu dari mereka membawa pulang trofi Piala Dunia dengan sokongan pemain-pemain yang sehari-hari berlaga di Serie A?



