Harry Winks Kembali ke Serie A, Cagliari Jadi Pelabuhan Baru
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Inggris Harry Winks akan hengkang dari Leicester City ke Cagliari dengan status transfer permanen untuk musim 2026-27.
- Kedatangan Winks diharapkan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Gianluca Gaetano yang baru bergabung dengan Atalanta.
- Karier Winks di Inggris mulai meredup setelah Leicester terdegradasi ke League One, membuka peluang karier di Italia.

Gelandang tengah asal Inggris, Harry Winks, dikabarkan akan kembali merumput di Serie A setelah mencapai kesepakatan dengan Cagliari untuk musim 2026-27. Pemain berusia 30 tahun itu saat ini masih terikat kontrak dengan Leicester City, namun The Foxes disebut telah menyetujui transfer permanen ke klub Sardinia tersebut.
Kabar ini pertama kali diungkap oleh jurnalis transfer kenamaan Italia, Gianluca Di Marzio dari Sky Sport Italia, yang mengklaim kedua klub sudah mencapai kata sepakat. Sementara itu, Alfredo Pedullà—yang pertama kali melaporkan negosiasi dua pekan lalu—menambahkan bahwa Cagliari semakin dekat dengan kesepakatan akhir bersama Leicester.
Langkah Cagliari mendatangkan Winks tak lepas dari kebutuhan mendesak setelah Gianluca Gaetano resmi bergabung dengan Atalanta awal pekan ini. Manajemen klub menilai pengalaman Winks di Serie A, meski hanya semusim bersama Sampdoria pada 2022-23 dengan 20 penampilan, cukup untuk menjadi fondasi lini tengah mereka.
Bagi Winks, kepindahan ini menjadi babak baru setelah kariernya di Inggris mulai meredup. Ia bergabung dengan Leicester pada 2023, namun kegagalan klub mempertahankan status di Championship—bahkan terdegradasi ke kasta ketiga Inggris—membuat masa depannya tidak menentu. Kembali ke Italia, tempat ia pernah merasakan atmosfer kompetitif Serie A, bisa menjadi langkah cerdas untuk menghidupkan kembali performa terbaiknya.
Dari sisi Cagliari, merekrut pemain sekaliber Winks—yang merupakan lulusan akademi Tottenham dan sempat menjadi bagian timnas Inggris—memberi nilai tambah secara teknis dan komersial. Di tengah persaingan Serie A yang makin ketat, kehadiran gelandang berpengalaman seperti Winks diharapkan mampu memberikan stabilitas dan kreativitas di lini tengah.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Winks menarik dicermati sebagai contoh bagaimana pemain Premier League yang mulai kehilangan tempat bisa menemukan peluang baru di liga-liga Eropa lainnya. Serie A, yang kini semakin kompetitif dengan dominasi Inter dan Napoli, kerap menjadi destinasi pemain Inggris yang mencari tantangan berbeda—seperti yang pernah dilakukan Chris Smalling atau Tammy Abraham.
Ke depannya, pertanyaan besar adalah apakah Winks mampu beradaptasi cepat dengan gaya bermain Cagliari yang cenderung pragmatis? Atau justru ia akan menjadi motor permainan yang membawa klub promosi ke papan atas? Jawabannya baru akan terjawab saat musim 2026-27 bergulir.



