Transfer Anan Khalaili ke Inter Milan Tertunda: Tes Medis Tambahan Jadi Syarat
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan menunda pengumuman resmi transfer Anan Khalaili setelah otoritas medis Italia meminta pemeriksaan tambahan yang dijadwalkan selesai pekan depan.
- Kesepakatan senilai €25 juta plus bonus telah dicapai dengan Union Saint-Gilloise, namun bek asal Israel itu belum bisa diperkenalkan hingga tes lanjutan rampung.
- Kebutuhan Inter akan pemain sayap kanan baru mendesak setelah Denzel Dumfries hengkang ke Real Madrid, membuat proses ini krusial bagi rencana musim mereka.

Kepindahan bek sayap asal Israel, Anan Khalaili, ke Inter Milan harus menunggu lebih lama setelah otoritas medis Italia meminta serangkaian tes tambahan. Pemain berusia 21 tahun itu dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan pada Senin dan Selasa pekan depan sebelum kesepakatan senilai €25 juta plus bonus dapat diresmikan.
Khalaili tiba di Milan pada Jumat lalu untuk menjalani tes medis awal dan menandatangani kontrak dengan juara bertahan Serie A. Namun, Institute of Sports Medicine di bawah naungan CONI—komite olahraga nasional Italia—memerlukan evaluasi lebih mendalam sebelum memberikan lampu hijau. Menurut laporan Gazzetta dello Sport dan Corriere dello Sport, proses ini menjadi standar untuk pemain dengan riwayat cedera tertentu atau kondisi fisik yang memerlukan verifikasi ekstra.
Inter sejatinya telah mencapai kesepakatan penuh dengan Union Saint-Gilloise, klub Belgia tempat Khalaili bermain musim lalu. Nilai transfer mencapai €25 juta dengan tambahan bonus yang bisa meningkatkan total pembayaran. Namun, pengumuman resmi harus ditunda hingga seluruh tes medis selesai dan disetujui. Langkah ini menjadi krusial mengingat Inter membutuhkan pengganti segera di posisi wing-back kanan setelah Denzel Dumfries dilepas ke Real Madrid dengan nilai €20 juta.
Khalaili, yang memperkuat tim nasional Israel, dikenal sebagai pemain sayap dengan kecepatan dan kemampuan bertahan yang solid. Di musim lalu bersama Union SG, ia mencatatkan penampilan impresif di Liga Belgia dan kompetisi Eropa. Inter melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat lini belakang sekaligus menambah opsi serangan dari sisi lapangan.
Keterlambatan ini bukan tanpa risiko. Bagi Inter, setiap hari tanpa pengumuman resmi berarti waktu persiapan yang berkurang menjelang musim baru. Pelatih Simone Inzaghi tentu berharap Khalaili bisa segera bergabung dalam sesi latihan pramusim untuk beradaptasi dengan skema permainan tim. Sementara itu, Union Saint-Gilloise juga menunggu kepastian agar bisa mengatur ulang rencana transfer mereka.
Dari sisi regulasi, kasus ini mengingatkan pada pentingnya prosedur medis yang ketat di sepak bola Italia. CONI dan klub-klub Serie A kerap menerapkan standar tinggi untuk memastikan kondisi fisik pemain, terutama untuk transfer bernilai besar. Hal ini berbeda dengan praktik di beberapa liga lain yang mungkin lebih longgar dalam proses verifikasi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah ini bisa menjadi pelajaran tentang kompleksitas transfer pemain di level tertinggi. Meski kesepakatan sudah di atas kertas, faktor medis tetap bisa menjadi penghalang yang tak terduga. Ke depannya, publik akan menantikan apakah Khalaili bisa melewati tes ini dan menjadi bagian dari skuat Inter yang ambisius mempertahankan scudetto.



