Bali United Buka Super League 2026/2027 dengan Kemenangan 2-1 atas PSS Sleman
Baca dalam 60 detik
- Serdadu Tridatu mengawali musim dengan sempurna setelah menaklukkan Super Elang Jawa lewat gol penalti Teppei Yachida dan Queven Inacio.
- Kemenangan ini membalas dendam kekalahan 0-1 pada laga pembuka musim 2023/2024 sekaligus menegaskan ambisi Bali United di kompetisi tertinggi.
- Dengan dukungan 16 ribu suporter, performa apik di laga perdana menjadi modal berharga untuk menjaga konsistensi sepanjang musim.

Bali United memastikan start sempurna di Super League 2026/2027 dengan menundukkan PSS Sleman 2-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat malam. Dua gol dari Teppei Yachida dan Queven Inacio mengantarkan tim tuan rumah meraih tiga poin perdana di hadapan sekitar 16 ribu penonton yang memadati tribun.
Kemenangan ini bukan sekadar angka semata. Bagi skuad asuhan Johnny Jansen, hasil tersebut menjadi jawaban atas kekalahan menyakitkan 0-1 dari PSS Sleman pada laga pembuka musim 2023/2024. Lebih dari itu, torehan ini menempatkan Bali United sejajar dengan tim-tim lain yang juga meraih kemenangan di pekan pertama, sekaligus mengirim sinyal bahwa mereka serius bersaing di papan atas.
Jalannya pertandingan memperlihatkan dominasi tuan rumah sejak awal. Beberapa peluang emas tercipta, namun baru pada menit ke-39 kebuntuan pecah. Wasit Thoriq Munir Alkatiri menunjuk titik putih setelah memeriksa insiden melalui VAR, dan Teppei Yachida yang ditunjuk sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat. Rahmat Arjuna, pemain muda asal Bali, tampil agresif dan beberapa kali mengancam pertahanan PSS. Sayang, peluang pada menit ke-62 yang seharusnya menjadi gol gagal dimanfaatkan. Namun, kegigihan tim akhirnya berbuah pada menit ke-66 ketika Queven Inacio menyambar umpan Remco Balk dari sisi kiri, memperdaya kiper Ega Rizky. Gol ini sempat membuat PSS kesulitan untuk bangkit.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, berusaha mengubah keadaan dengan melakukan sejumlah rotasi. Memasukkan Melvyn Lorenzen pada menit ke-64 menjadi keputusan yang cukup berani, dan pemain asal Jerman itu berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol di masa injury time (90+5). Namun, waktu yang tersisa tidak cukup bagi PSS untuk menyamakan kedudukan. Sepanjang laga, Bali United sebenarnya dua kali mencetak gol tambahan, tetapi keduanya dianulir wasit setelah pengecekan VAR karena posisi offside.
Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga bagi Bali United untuk menghadapi laga-laga berikutnya. Konsistensi menjadi kata kunci bagi Johnny Jansen untuk menjaga performa tim. Di sisi lain, PSS Sleman harus segera berbenah, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan transisi bertahan-menyerang, jika ingin bersaing di papan tengah.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, laga pembuka yang berlangsung sengit ini menjadi tontonan menarik. Pertanyaan besarnya, akankah Bali United mampu mempertahankan tren positif ini dan menjadi kandidat kuat juara? Atau justru PSS Sleman akan bangkit dan menjadi kejutan? Musim masih panjang, dan segala kemungkinan masih terbuka.



