Monaco Kunci Puncak Klasemen Usai Bungkam PSG, Lyon Perkasa di Kandang
Baca dalam 60 detik
- AS Monaco meraih kemenangan comeback 2-1 atas PSG dan menjadi satu-satunya tim dengan rekor sempurna di Ligue 1.
- Kekalahan ini membuat PSG belum pernah menang dalam tiga laga awal, meski Luis Enrique baru saja memperpanjang kontrak hingga 2030.
- Ligue 1 musim ini menunjukkan persaingan ketat dengan kejutan dari tim non-unggulan, mengindikasikan pergeseran kekuatan di papan atas.

AS Monaco memantapkan posisi di puncak klasemen Ligue 1 setelah menaklukkan Paris Saint-Germain dengan skor 2-1 di Stade Louis II, Jumat (4/9) malam WIB. Kemenangan ini sekaligus menjadi sinyal pergeseran kekuatan di kompetisi tertinggi Prancis, di mana sang juara bertahan justru belum meraih satu kemenangan pun dari tiga pertandingan pembuka musim ini.
PSG sebenarnya unggul lebih dulu melalui gol Marquinhos pada menit ke-31. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Nazinho menyamakan kedudukan pada menit ke-58 dan Stanis Idumbo memastikan tiga poin bagi tim tuan rumah lewat tembakan kerasnya di menit ke-72. Hasil ini membuat Monaco mengoleksi sembilan poin penuh dan menjadi tim terakhir yang masih mempertahankan rekor 100 persen di liga.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi PSG, terlebih pengumuman perpanjangan kontrak Luis Enrique hingga 2030 dirilis sesaat sebelum laga dimulai. Selain pelatih asal Spanyol itu, sejumlah pemain seperti Lucas Beraldo, Senny Mayulu, Joao Neves, Willian Pacho, dan Fabian Ruiz juga menandatangani kesepakatan baru. Namun, euforia tersebut sirna seiring dengan hasil buruk di lapangan.
Bek PSG, Lucas Hernandez, mengakui bahwa awal musim yang buruk ini merupakan bagian dari dinamika sepak bola. "Ini jarang terjadi, tapi memang bagian dari sepak bola. Kami semua berada di jalur yang benar. Banyak pemain menyerang yang pergi, banyak yang baru datang. Tugas kami adalah menempatkan mereka di posisi terbaik agar beradaptasi dengan sistem yang sulit karena mobilitasnya tinggi," ujarnya. "Saya tetap percaya pada tim dan pelatih, meski awal musim tidak sesuai harapan."
Dari sisi taktik, kegagalan PSG mempertahankan intensitas permainan setelah unggul menjadi sorotan. Padahal, sejak era Luis Enrique, tim asal ibu kota Prancis itu dikenal dengan penguasaan bola yang dominan. Namun, tanpa sosok-sosok seperti Kylian Mbappรฉ yang hengkang, lini depan PSG tampak kehilangan ketajaman. Sebaliknya, Monaco justru tampil efektif dengan memanfaatkan serangan balik cepat dan bola-bola mati.
Sementara itu, Olympique Lyonnais menunjukkan performa impresif dengan membungkam AJ Auxerre 3-1 di Groupama Stadium. Ernest Nuamah menjadi bintang dengan mencetak satu gol dan satu assist. Felix Bacher membuka keunggulan lewat sundulan pada menit ke-28, disusul gol Zachary Athekame tiga menit berselang. Auxerre sempat memperkecil ketertinggalan melalui Cameron Archer, tetapi Nuamah memastikan kemenangan dengan gol indahnya setelah turun minum.
Kemenangan ini membawa Lyon naik ke peringkat ketiga klasemen dengan tujuh poin, hanya terpaut dua angka dari Monaco. Bagi Auxerre, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga setelah sebelumnya tampil cukup solid. Persaingan di papan atas Ligue 1 musim ini diprediksi akan semakin ketat, mengingat beberapa tim seperti Marseille dan Lille juga menunjukkan konsistensi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika Ligue 1 ini menarik dicermati karena banyak pemain muda berbakat yang menjadi sorotan, termasuk beberapa yang berpotensi mengisi skuad timnas Prancis di masa depan. Selain itu, gaya bermain yang berkembang di liga ini sering menjadi acuan bagi pelatih-pelatih Asia Tenggara dalam mengembangkan strategi.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah mampukah PSG bangkit dari keterpurukan ini? Jadwal padat dan tekanan untuk segera meraih kemenangan akan menjadi ujian mental bagi skuad asuhan Luis Enrique. Sementara itu, Monaco akan berusaha mempertahankan laju sempurna mereka saat menghadapi lawan-lawannya di pekan-pekan berikutnya. Akankah dominasi PSG di Ligue 1 mulai terusik musim ini?



