Milan Habiskan €110 Juta di Awal Bursa, Siapkan Langkah Berikutnya
Baca dalam 60 detik
- AC Milan telah menggelontorkan lebih dari €110 juta untuk merekrut Goncalo Ramos dan Mario Gila pada awal bursa transfer musim panas ini.
- Klub asal Italia itu belum puas dan dikabarkan mengincar gelandang serang muda Genk, Konstantinos Karetsas, yang dibanderol €40 juta.
- Potensi penjualan pemain bintang seperti Rafael Leao menjadi sumber dana tambahan untuk belanja lebih lanjut di sisa bursa.

AC Milan memulai bursa transfer musim panas ini dengan agresif. Dua pemain telah direkrut dengan total nilai lebih dari €110 juta, namun langkah klub asal Lombardy itu belum berhenti. Laporan media Italia pada Rabu (12/7) mengungkapkan bahwa Milan sudah menyusun rencana untuk mendatangkan pemain baru di lini tengah dan pertahanan.
Setelah memecahkan rekor klub dengan merekrut Goncalo Ramos dari Benfica senilai €80 juta plus bonus, Milan juga mencapai kesepakatan penuh untuk memboyong bek tengah Mario Gila dari Lazio dengan paket transfer €30 juta termasuk bonus. Ramos telah menandatangani kontrak lima tahun hingga 2031, sementara Gila diperkirakan akan menerima gaji sekitar €5 juta per musim.
Dengan total pengeluaran mencapai €110 juta, Milan menjadi salah satu klub dengan belanja tertinggi di Eropa pada awal bursa. Namun, menurut La Gazzetta dello Sport, manajemen klub sudah mengincar gelandang serang baru. Target utama saat ini adalah Konstantinos Karetsas, pemain muda Yunani berusia 18 tahun milik Genk. Klub asal Belgia itu membanderolnya €40 juta, dan Borussia Dortmund juga dikabarkan tertarik.
Milan diperkirakan akan melepas beberapa pemain bintang untuk mendanai pembelian lebih lanjut. Rafael Leao menjadi salah satu nama yang paling mungkin dijual. Selain Karetsas, alternatif lain yang disebut adalah Kerim Alajbegovic dan Can Uzun. Klub juga masih membutuhkan bek kiri dan mungkin satu bek tengah lagi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Milan ini menarik untuk diikuti. Investasi besar-besaran menunjukkan ambisi klub untuk kembali bersaing di level tertinggi Eropa, terutama setelah musim lalu yang kurang memuaskan. Namun, risiko finansial juga mengintai jika target prestasi tidak tercapai. Pertanyaannya, akankah strategi belanja besar ini membawa Milan kembali ke puncak Serie A dan bersaing di Liga Champions?



