Des Walker: Nottingham Forest Tolak Roma dan Juventus, Berujung Baggio ke Turin
Baca dalam 60 detik
- Bek Inggris Des Walker mengungkapkan Nottingham Forest menolak tawaran Roma pada April 1990 dan Juventus setelah Piala Dunia 1990.
- Juventus akhirnya mengalihkan dana £7 juta untuk membeli Roberto Baggio setelah tawaran £6 juta untuk Walker ditolak.
- Walker baru bisa hengkang ke Sampdoria dua tahun kemudian berkat klausul kontrak £1,5 juta, dengan peran besar Roberto Mancini di balik transfer tersebut.

Kisah transfer yang nyaris mengubah sejarah sepak bola Italia terkuak. Mantan bek timnas Inggris dan Sampdoria, Des Walker, mengungkapkan bahwa ia hampir bergabung dengan Roma dan Juventus pada era 1990-an, namun Nottingham Forest menolak semua tawaran. Keputusan itu membuat Juventus akhirnya mengalihkan dana yang sudah disiapkan untuk membeli Roberto Baggio, salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Dalam wawancara dengan The Italian Football Podcast yang digelar TalkSPORT Bet Online Slots, Walker menceritakan bahwa Roma telah mengajukan tawaran pada April 1990, beberapa bulan sebelum Piala Dunia 1990 di Italia. Namun, Forest menolak. Setelah turnamen, Juventus—melalui tokoh seperti Gianni Agnelli dan Luca Cordero di Montezemolo—melakukan beberapa kali pendekatan. Tawaran tertinggi mencapai £6 juta, tetapi kembali ditolak. Alhasil, Juventus menggunakan dana tersebut untuk mendatangkan Baggio dari Fiorentina dengan nilai £7 juta.
“Saya terkejut Forest menolak, tapi mereka melakukannya karena fans mulai protes. Manajemen sebelumnya mengatakan Walker tidak akan dijual, tetapi diam-diam justru menegosiasikan transfer,” ujar Walker. Situasi yang memanas membuatnya bertahan, meski ada klausul dalam kontrak yang mengizinkannya pergi dua tahun kemudian dengan harga £1,5 juta.
Kesempatan itu akhirnya tiba pada musim panas 1992. Walker bergabung dengan Sampdoria, klub yang saat itu diperkuat sederet bintang seperti Attilio Lombardo, Roberto Mancini, Pietro Vierchowod, dan Gianluca Vialli yang baru saja hengkang. Walker mengaku kepindahannya tidak lepas dari peran Mancini. “Saya pikir Mancini yang banyak menentukan pemain masuk ke klub itu. Meski pelatihnya Vujadin Boskov atau Sven-Göran Eriksson, Mancini punya pengaruh besar,” katanya sambil bercanda, “Antara saya dan Anda, saya rasa Mancini-lah manajernya saat itu.”
Walker hanya menghabiskan satu musim di Serie A bersama Sampdoria, tetapi pengalamannya memberikan gambaran unik tentang dinamika transfer era 1990-an. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah ini mengingatkan betapa keputusan klub bisa mengubah peta persaingan. Andai Walker jadi ke Juventus, mungkin sejarah Serie A akan berbeda—tanpa Baggio yang kemudian menjadi ikon Bianconeri. Pertanyaan yang tersisa: apakah Walker akan sukses sebesar Baggio jika transfer itu jadi? Jawabannya hanya bisa ditebak.



