Vingegaard Rebut Yellow Jersey di Etap Pembuka Tour de France, Kalahkan Pogacar
Baca dalam 60 detik
- Jonas Vingegaard memenangi etape pertama Tour de France 2025 berupa time trial beregu, unggul 12 detik atas Tadej Pogacar.
- Kemenangan ini menegaskan kebangkitan Vingegaard pasca cedera paru-paru akibat kecelakaan tahun lalu, sekaligus membuka persaingan sengit dengan Pogacar.
- Tim Netcompany Ineos mengalami bencana di etape pembuka, kehilangan dua kandidat utama setelah insiden mekanis dan kehilangan kontak.

Jonas Vingegaard langsung menggebrak Tour de France 2025 dengan merebut jersey kuning pada etape pertama yang digelar di Barcelona, Sabtu (5/7). Pebalap Denmark itu memimpin tim Visma-Lease a Bike finis tercepat dalam time trial beregu sepanjang 19,6 km, mencatat waktu 21 menit 47 detik. Ia unggul delapan detik atas Filippo Ganna (Netcompany Ineos) dan 12 detik atas Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG), rival utamanya dalam perburuan gelar juara umum.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Vingegaard telah pulih total dari cedera paru-paru yang ia derita akibat kecelakaan berat pada April 2024. Pebalap berusia 29 tahun itu bahkan sudah membuktikan ketangguhannya dengan memenangi Vuelta a Espana tahun lalu dan Giro d'Italia pada Mei lalu, dengan selisih lebih dari lima menit. "Ini awal yang sempurna. Saya tidak perlu bekerja keras. Mengenakan jersey kuning lagi setelah beberapa tahun terakhir terasa istimewa," ujar Vingegaard seusai etape.
Pogacar, yang mengincar gelar kelima untuk menyamai rekor Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Indurain, tampak tidak terlalu khawatir. Namun, ia sadar bahwa Vingegaard kini berada dalam performa terbaiknya sejak 2023. Pekan-pekan ke depan akan menjadi medan pertempuran sesungguhnya antara dua pebalap dominan era ini. Sementara itu, Remco Evenepoel, yang dianggap sebagai pebalap terbaik ketiga dunia, finis kelima dengan defisit 19 detik.
Bagi penggemar olahraga di Indonesia, persaingan Vingegaard-Pogacar menjadi tontonan kelas dunia yang langka. Keduanya adalah representasi puncak strategi tim dan ketahanan fisik. Namun, di balik duel tersebut, tim Netcompany Ineos justru mengalami mimpi buruk. Sejak sebelum start, mereka kehilangan Oscar Onley akibat kecelakaan. Saat etape, Kevin Vauquelin mengalami ban bocor, sementara Egan Bernal kehilangan kontak karena kelelahan. Meski Ganna sempat mencatat waktu tercepat di checkpoint kedua, ia akhirnya terkalahkan. Tim yang pernah mendominasi Tour dengan tujuh gelar itu kini harus puas mengejar kemenangan etape.
Dengan 20 etape tersisa, pertanyaan besarnya adalah: akankah Pogacar mampu membalikkan keadaan, atau Vingegaard akan kembali mendominasi seperti dua tahun sebelumnya? Satu hal yang pasti, Tour de France tahun ini baru saja dimulai, dan drama baru siap terungkap di pegunungan Alpen dan Pyrenees.



