Dimitrov Bangkit dari Mimpi Buruk Wimbledon, Tantang Petenis Tuan Rumah
Baca dalam 60 detik
- Grigor Dimitrov menang dramatis lima set atas Matteo Berrettini untuk lolos ke babak keempat Wimbledon, setelah tahun lalu cedera saat unggul atas Sinner.
- Petenis Bulgaria itu mengaku ingin menulis ulang kisahnya di All England Club, dengan motivasi mengatasi trauma dan rintangan, bukan sekadar kemenangan.
- Dimitrov akan berhadapan dengan Arthur Fery, satu-satunya wakil tuan rumah Inggris yang tersisa, dalam perebutan tiket perempat final.

Grigor Dimitrov akhirnya memecahkan kutukan babak keempat Wimbledon setelah tiga tahun berturut-turut tersingkir di fase tersebut, dengan kemenangan lima set yang emosional atas Matteo Berrettini, Rabu (5/7). Petenis Bulgaria berusia 35 tahun itu menang 6-3, 6-4, 3-6, 5-7, 6-3 dalam pertandingan yang berlangsung lebih dari tiga jam di Centre Court.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Dimitrov, yang tahun lalu harus meninggalkan lapangan dengan air mata setelah cedera otot dada kanan memaksanya mundur saat unggul dua set atas petenis nomor satu dunia Jannik Sinner. "Setelah cara saya keluar tahun lalu, saya tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. Tapi tahun ini saya kembali dan bisa menulis ulang semuanya," ujar Dimitrov dalam wawancara di lapangan.
Petenis yang pernah menjadi semifinalis Wimbledon pada 2014 itu mengaku pendekatannya kini berbeda. "Ini bukan tentang menang. Ini tentang mengatasi setiap rintangan di depan saya," katanya. Dimitrov hanya sekali melaju melebihi babak keempat dalam 16 partisipasinya di Wimbledon, yaitu saat mencapai semifinal 11 tahun lalu.
Lawan Dimitrov di babak 16 besar adalah Arthur Fery, satu-satunya wakil tuan rumah Inggris yang tersisa. Fery, yang mendapat wild card, tampil mengejutkan dengan mengalahkan unggulan ke-19 Felix Auger-Aliassime di babak sebelumnya. Pertandingan ini diprediksi akan berlangsung sengit mengingat dukungan penuh penonton lokal untuk Fery.
Di sisi lain undian, juara Prancis Terbuka Alexander Zverev melanjutkan laju impresifnya. Petenis Jerman peringkat tiga dunia itu menang mudah atas Marcos Giron 6-2, 7-6 (7-4), 6-4. Zverev, yang tahun lalu tersingkir di babak pertama Wimbledon, kini diuntungkan karena tidak akan menghadapi juara bertahan Jannik Sinner atau Novak Djokovic sebelum final. "Saya merasa berbeda dari tahun lalu. Saya bermain lebih baik di momen-momen penting dan lebih percaya diri," kata Zverev.
Petenis Australia Alex de Minaur juga melaju setelah mengalahkan Zachary Svajda 6-2, 5-7, 6-2, 6-4. De Minaur akan berhadapan dengan Flavio Cobolli, yang bangkit setelah kalah 0-6 di set pertama untuk menang dramatis atas Karen Khachanov. Sementara itu, unggulan keenam Taylor Fritz, semifinalis tahun lalu, menang comeback atas Lorenzo Sonego 4-6, 6-3, 6-4, 7-6 (7-5).
Bagi penggemar tenis Indonesia, Wimbledon tahun ini menyajikan cerita menarik tentang kebangkitan para petenis senior seperti Dimitrov yang membuktikan bahwa pengalaman dan ketangguhan mental masih menjadi faktor penentu di level tertinggi. Tanpa wakil Indonesia di turnamen ini, perhatian publik tanah air mungkin tertuju pada perjalanan para pemain yang memiliki gaya permainan atraktif seperti Dimitrov dan Zverev.
Pertanyaan besarnya, akankah Dimitrov mampu melampaui catatan semifinal 2014? Atau justru Arthur Fery yang akan menjadi kuda hitam baru Wimbledon? Babak keempat yang akan berlangsung akhir pekan ini akan menjadi jawabannya.



