AC Milan Tolak Tawaran Coventry City untuk Loftus-Cheek, Amorim Pertahankan Gelandang Serbabisa
Baca dalam 60 detik
- Tawaran senilai 10 juta euro dari Coventry City ditolak AC Milan, yang menilai Loftus-Cheek sebagai aset berharga di bawah pelatih baru Ruben Amorim.
- Keputusan ini menegaskan prioritas Milan untuk mempertahankan kedalaman skuad, sekaligus memberi sinyal bahwa proyek Amorim tidak akan berkompromi pada pemain kunci.
- Dengan kontrak yang tersisa kurang dari setahun, masa depan Loftus-Cheek di San Siro masih menyimpan tanda tanya besar menjelang bursa transfer berikutnya.

AC Milan dikabarkan menolak tawaran senilai 10 juta euro dari Coventry City untuk Ruben Loftus-Cheek, gelandang asal Inggris yang menjadi incaran utama Frank Lampard. Keputusan ini diambil di tengah persiapan Milan menghadapi musim 2026-27 di bawah arahan pelatih anyar, Ruben Amorim, yang menilai pemain berusia 30 tahun itu sebagai bagian penting dari rencana taktiknya.
Menurut laporan Tuttosport, tawaran dari klub yang baru promosi ke Premier League itu datang dari keinginan Lampard untuk kembali bekerja sama dengan Loftus-Cheek, yang pernah ia latih di Chelsea. Namun, Amorim dengan tegas memblokir kepergian pemain yang direkrut Milan dari Chelsea pada musim panas 2023 dengan nilai transfer 19 juta euro itu. Amorim disebut-sebut mengapresiasi fleksibilitas Loftus-Cheek yang mampu bermain di berbagai posisi lini tengah, termasuk kemampuan bergerak di antara garis pertahanan lawan.
Penolakan ini bukan sekadar soal angka, melainkan sinyal kuat bahwa Milan tidak ingin kehilangan pemain yang dianggap sebagai kunci kedalaman skuad. Dengan jadwal padat di Serie A dan kompetisi Eropa, kehadiran pemain serbabisa seperti Loftus-Cheek menjadi aset berharga. Apalagi, kontraknya di San Siro menyisakan waktu kurang dari satu tahun, sehingga keputusan untuk mempertahankannya kini juga menjadi pertaruhan strategis bagi manajemen klub.
Bagi pengamat sepak bola, langkah Milan ini menunjukkan bahwa Amorim tidak ingin mengulang kesalahan musim lalu, di mana kedalaman skuad menjadi sorotan. Dengan Loftus-Cheek yang bisa diandalkan sebagai gelandang bertahan, box-to-box, atau bahkan sayap, ia memberikan opsi taktis yang fleksibel. Di sisi lain, Coventry City yang baru kembali ke kasta tertinggi Inggris setelah sekian lama, tampaknya harus mencari target lain untuk memperkuat lini tengah mereka.
Konteks ini juga relevan bagi penggemar sepak bola Indonesia. Banyak pemain Indonesia yang bermain di liga Eropa, dan keputusan klub-klub besar seperti Milan dalam mempertahankan pemainnya sering kali menjadi barometer bagaimana klub Eropa menghargai pemain serbabisa. Selain itu, ketertarikan Lampard pada Loftus-Cheek menunjukkan bahwa pengalaman di liga top masih sangat dihargai, sebuah pelajaran berharga bagi pengembangan pemain muda Indonesia yang bercita-cita berkarier di Eropa.
Menilik ke depan, pertanyaan besar yang menggantung adalah apakah Milan akan memperpanjang kontrak Loftus-Cheek atau justru memanfaatkan bursa transfer berikutnya untuk mendapatkan keuntungan finansial. Dengan sisa kontrak yang semakin menipis, Milan harus segera mengambil keputusan: mempertahankan dengan kontrak baru, atau melepasnya dengan harga yang lebih tinggi daripada tawaran Coventry City. Keputusan ini akan menentukan arah kebijakan transfer Milan di bawah Amorim, sekaligus menjadi ujian bagi manajemen dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan tim dan nilai aset.



