Ounahi Bawa Maroko ke Perempat Final, Hentikan Langkah Kanada
Baca dalam 60 detik
- Maroko menang 3-0 atas Kanada di babak 16 besar Piala Dunia 2026, dengan dua gol dari Azzedine Ounahi.
- Kanada mendominasi babak pertama tetapi gagal memanfaatkan peluang, sementara Maroko efisien di babak kedua.
- Maroko menjadi negara Afrika pertama yang lolos ke perempat final Piala Dunia secara beruntun.

Gelandang Maroko, Azzedine Ounahi, memborong dua gol di babak kedua untuk membawa timnya menekuk Kanada 3-0 di Stadion NRG, Houston, sekaligus mengakhiri perjalanan tim tuan rumah bersama Piala Dunia 2026. Kemenangan ini memastikan Maroko melaju ke perempat final untuk kedua kalinya secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih negara Afrika mana pun sebelumnya.
Kanada, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah menang di Piala Dunia pada turnamen ini, tampil percaya diri sejak menit awal. Mereka menekan tinggi dan memaksa lini belakang Maroko melakukan sejumlah kesalahan. Peluang emas pertama lahir di babak pertama ketika Tani Oluwaseyi lolos dari jebakan offside setelah menerima umpan Ali Ahmed, namun sepakannya masih bisa ditepis kiper Yassine Bounou—yang lahir di Montreal, Kanada.
Maroko justru kehilangan sosok penting saat pencetak gol terbanyak mereka, Ismael Saibari, harus ditarik keluar karena cedera otot pada menit ke-22. Soufiane Rahimi masuk menggantikannya, namun permainan Maroko tetap tumpul hingga turun minum. Pelatih Mohamed Ouahbi mengakui bahwa anak asuhnya kesulitan menemukan ritme di babak pertama.
Memasuki babak kedua, Maroko mengubah pendekatan. Gol pertama tercipta dari skema sepak pojok yang matang: Achraf Hakimi mengirim bola mendatar ke tepi kotak penalti, dan Ounahi melepaskan tembakan first-time yang meluncur deras melewati kiper Maxime Crepeau. Ini menjadi gol pertama Ounahi di Piala Dunia, dan ia menambah gol keduanya pada menit ke-82 setelah memanfaatkan umpan Brahim Diaz dalam serangan balik.
Rahimi, yang sebelumnya membentur mistar, akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-90+8 setelah menerima umpan terobosan Diaz dan menyelesaikannya dengan tenang. Kemenangan ini membuat Maroko menjadi negara Afrika pertama yang mencapai perempat final Piala Dunia secara berturut-turut, setelah sebelumnya menjadi semifinalis pada edisi 2022 di Qatar.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengakui timnya tampil lebih baik di babak pertama namun kurang beruntung. “Kami mendominasi, menciptakan peluang, tetapi detail kecil membuat perbedaan. Mereka memiliki kualitas lebih di sepertiga akhir lapangan,” ujarnya. Gelandang Kanada, Stephen Eustáquio, menyesalkan kebobolan dari situasi bola mati yang seharusnya bisa diantisipasi.
Di sisi lain, Ouahbi memuji reaksi anak asuhnya di babak kedua. “Kanada tampil impresif, tetapi kami mampu memanfaatkan ruang yang mereka tinggalkan. Itu kuncinya,” katanya. Ounahi menambahkan bahwa pertandingan ini akan membuat timnya semakin matang. “Tidak ada laga mudah di turnamen ini, yang terpenting kami lolos.”
Bagi Indonesia, pencapaian Maroko menjadi inspirasi bahwa negara dengan basis sepak bola non-unggulan bisa bersaing di panggung tertinggi. Dengan populasi Muslim yang besar dan antusiasme tinggi terhadap Piala Dunia, prestasi Maroko kerap dijadikan tolok ukur bagi pengembangan sepak bola di Tanah Air. Pertanyaan besarnya: akankah Indonesia mampu mengikuti jejak Maroko dalam satu atau dua dekade mendatang?
Maroko selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Prancis vs Paraguay di Boston pada 9 Juli. Jika mampu melewati hadangan tersebut, bukan tidak mungkin The Atlas Lions kembali menorehkan sejarah baru bagi Afrika.



