Remaja 15 Tahun Sooryavanshi Debut, Inggris Menang Dramatis atas India
Baca dalam 60 detik
- Vaibhav Sooryavanshi menjadi pemain termuda India di usia 15 tahun 99 hari, memecahkan rekor Sachin Tendulkar.
- Jacob Bethell mencetak 76* dari 46 bola untuk membawa Inggris menang 4 wicket dalam T20 kedua di Old Trafford.
- Kemenangan ini memberi Inggris keunggulan 1-0 dalam seri lima pertandingan melawan India.

Remaja berusia 15 tahun, Vaibhav Sooryavanshi, mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang mewakili India di kancah internasional saat Inggris menang dramatis empat wicket dalam pertandingan T20 kedua di Old Trafford, Sabtu (28/9).
Sooryavanshi, yang baru berusia 15 tahun 99 hari, memecahkan rekor legenda Sachin Tendulkar yang debut di usia 16 tahun 205 hari pada 1989. Meski hanya mencetak 14 dari 10 bola, penampilannya yang berani—termasuk dua six spektakuler dari Jofra Archer dan Josh Tongue—membuat penonton bergemuruh. Namun, Inggris memiliki pahlawan mereka sendiri: Jacob Bethell, 22 tahun, yang mencetak 76* dari 46 bola untuk membawa timnya menang dengan satu over tersisa.
Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian dua talenta muda. Sooryavanshi, yang merupakan pencetak skor terbanyak IPL musim ini, harus menunggu kesempatan karena tim India yang kuat. Debutnya di Old Trafford—tempat Tendulkar mencetak abad Test pertamanya—memberi harapan besar bagi masa depan kriket India. Namun, Inggris yang baru saja kehilangan Ben Stokes dan kalah seri Test dari Selandia Baru, membutuhkan kemenangan ini untuk membangkitkan moral.
India mencetak 190-7 dalam 20 over, dengan kontribusi Ishan Kishan (49), Abhishek Sharma (43), dan Shreyas Iyer (37). Namun, bowling ketat Sam Curran (3-33) dan Will Jacks membatasi laju run. Inggris memulai pengejaran dengan buruk, kehilangan Phil Salt dan Jos Buttler tanpa angka. Kapten Harry Brook kemudian meledak dengan 39 dari 15 bola, termasuk tiga six beruntun dari Arshdeep Singh, sebelum tertangkap. Saat Inggris berada di posisi sulit 1-2 dalam lima over, Bethell dan Tom Banton membangun kemitraan 67 run. Banton jatuh pada 39, tetapi Bethell terus mendominasi.
Momen kritis terjadi di over ke-17 ketika Bethell menghajar leg-spinner Ravi Bishnoi dengan tiga six, menghasilkan 29 run. Inggris membutuhkan 49 dari 24 bola, dan Bethell memastikan kemenangan dengan pukulan tenang. Archer kemudian mencetak run kemenangan di bola terakhir over ke-19. Bagi India, ketiadaan Jasprit Bumrah terasa mahal saat lini belakang mereka goyah.
Bagi penggemar kriket Indonesia, pertandingan ini menyoroti betapa cepatnya regenerasi pemain di level tertinggi. Sooryavanshi, yang lahir saat Tendulkar masih aktif, kini menjadi simbol masa depan India. Sementara itu, Inggris menunjukkan kedalaman skuad mereka setelah masa transisi. Seri ini masih panjang, dengan pertandingan ketiga di Trent Bridge pada Selasa depan. Akankah Sooryavanshi kembali dimainkan? Atau Bethell akan terus menjadi momok bagi India? Jawabannya akan menentukan arah persaingan kedua tim menuju Piala Dunia T20 berikutnya.



