Pogacar Kehilangan Jersey Kuning di Tengah Gelombang Panas Tour de France
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Denmark Mads Pedersen memenangi etape keempat Tour de France, sementara Tadej Pogacar turun ke peringkat keempat klasemen.
- Torstein Traeen dari Uno-X Mobility menjadi pemimpin baru setelah finis kedelapan, unggul hampir 13 menit dari peloton.
- Suhu mencapai 40 derajat Celcius memaksa pembalap menggunakan balok es untuk mendinginkan tubuh, dengan etape datar menanti pada Rabu.

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa selatan mengubah peta persaingan Tour de France 2025. Pada etape keempat yang menempuh jarak 181,9 kilometer, suhu mencapai 40 derajat Celcius, membuat pembalap bertarung tidak hanya melawan lawan tetapi juga sengatan matahari. Mads Pedersen, pembalap Denmark dari tim Lidl-Trek, keluar sebagai pemenang setelah memanfaatkan momen sempurna dalam sprint akhir. Namun, kejutan terbesar datang dari klasemen umum: juara bertahan Tadej Pogacar kehilangan jersey kuning dan melorot ke posisi keempat.
Pogacar, yang hanya bertahan satu hari sebagai pemimpin untuk ketiga kalinya berturut-turut, finis di urutan ke-33 dengan selisih waktu 7 menit 53 detik dari pemimpin baru, Torstein Traeen. Traeen, pembalap Norwegia dari Uno-X Mobility, finis kedelapan pada etape tersebut dan secara tak terduga memimpin klasemen. Ia adalah orang Norwegia ketiga yang mengenakan jersey kuning, sebuah pencapaian emosional mengingat ia menjalani perawatan kanker pada 2022.
โSulit bagi saya untuk memahami seberapa besar ini, tetapi Anda bisa melihat dari wajah pelatih lama saya betapa istimewanya ini,โ ujar Traeen dalam konferensi pers. โMungkin dalam beberapa hari akan terasa, tetapi untuk sekarang saya hanya akan menikmatinya.โ Meskipun tidak dianggap sebagai kandidat kuat untuk gelar juara umum, kisah perjuangannya melawan kanker menambah dimensi inspiratif pada balapan tahun ini.
Kondisi panas ekstrem menjadi tantangan tersendiri. Pembalap memasukkan balok es ke dalam jersey mereka untuk mendinginkan tubuh. Panitia mengizinkan penggunaan kantong es dan air sebagai pengganti botol individu sebagai eksperimen. Pedersen mengakui bahwa timnya bekerja keras untuk menjaganya tetap dingin. โKami harus hidup dengan panas, dan melakukan apa pun untuk mendinginkan diri. Beruntung, mobil-mobil di rombongan breakaway lebih dekat daripada di peloton, sehingga lebih mudah,โ katanya.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, momen ini mengingatkan pada tantangan serupa saat Tour de France Singkarak atau event lokal yang kerap digelar di bawah terik matahari tropis. Adaptasi terhadap cuaca ekstrem menjadi faktor krusial, dan inovasi seperti penggunaan kantong es bisa menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggara balap sepeda di tanah air.
Etape kelima pada Rabu akan berupa rute datar yang cocok untuk sprinter, sebelum balapan memasuki pegunungan Pyrenees pada Kamis. Pertanyaan besar kini menggantung: akankah Pogacar mampu bangkit dan merebut kembali jersey kuning, atau justru Traeen akan menjadi kuda hitam yang tak terduga? Dengan selisih waktu yang cukup besar, perjuangan juara bertahan masih panjang.



