Sinner Melaju ke Semifinal Wimbledon: Uji Ketahanan Fisik Terjawab
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner mengalahkan Jan-Lennard Struff straight set untuk mencapai semifinal Wimbledon ketiga kalinya.
- Kemenangan ini menjadi bukti perbaikan signifikan Sinner dalam menghadapi kondisi panas, setelah gagal di Prancis Terbuka karena masalah serupa.
- Sinner berpotensi bertemu Novak Djokovic di semifinal, sebuah ulangan laga tahun lalu yang akan menguji konsistensinya.

Jannik Sinner memastikan langkahnya ke semifinal Wimbledon untuk ketiga kalinya setelah menaklukkan petenis Jerman Jan-Lennard Struff dengan skor 7-5, 7-6 (7-4), 6-3, Selasa (9/7). Kemenangan ini sekaligus menjawab keraguan akan ketahanan fisiknya setelah tersingkir dini di Prancis Terbuka akibat masalah panas.
Petenis Italia berusia 24 tahun itu tampil tanpa kehilangan satu set pun dalam empat pertandingan terakhirnya di All England Club. Meski belum menunjukkan performa terbaiknya, Sinner mampu tampil decisive di momen-momen krusial, seperti saat menyelamatkan set point di set kedua sebelum memenangkan tie-break dengan mudah.
Kondisi panas yang mencapai 30 derajat Celsius di lapangan menjadi sorotan utama. Di Prancis Terbuka tahun ini, Sinner harus angkat koper lebih awal setelah kewalahan menghadapi suhu tinggi. Namun, di Wimbledon kali ini, ia mengaku telah melakukan persiapan matang. โKami bekerja keras setelah Paris untuk memahami apa yang salah dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,โ ujar Sinner dalam wawancara usai pertandingan. โHari ini adalah ujian besar. Saya merasa nyaman secara fisik, ini langkah maju yang bagus.โ
Di sisi lain, perjalanan Sinner di turnamen ini belum menemui lawan yang sepadan. Lawan terberatnya sejauh ini adalah Nuno Borges yang berada di peringkat 48 dunia. Hal ini membuat banyak pengamat bertanya-tanya bagaimana Sinner akan menghadapi pemain top seperti Novak Djokovic atau Felix Auger-Aliassime, yang sama-sama berpeluang menjadi lawannya di semifinal. Djokovic sendiri akan bertanding melawan Auger-Aliassime pada hari yang sama.
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Sinner menjadi menarik untuk diikuti, terutama dalam hal adaptasi terhadap cuaca panas. Indonesia yang beriklim tropis seringkali menjadi tantangan bagi petenis lokal saat bertanding di turnamen internasional. Strategi Sinner dalam mengelola kondisi fisik dan mental di suhu ekstrem bisa menjadi pelajaran berharga.
Pertandingan melawan Struff sendiri tidak berjalan mudah bagi Sinner. Ia sempat tertinggal di awal set pertama dan harus menghadapi deuce dalam tiga game servis beruntun. Namun, ketenangannya dalam momen-momen genting menjadi pembeda. Setelah berhasil mematahkan servis Struff untuk unggul 6-5, Sinner menutup set pertama dengan percaya diri. Di set kedua, ia kembali menunjukkan kegigihan dengan menyelamatkan set point lewat servis kerasnya, lalu mendominasi tie-break. Set ketiga menjadi milik Sinner setelah ia hanya kehilangan empat poin pada servisnya dan memastikan kemenangan dengan break di game ketujuh.
Dengan kemenangan ini, Sinner semakin dekat dengan impian mempertahankan gelar juara Wimbledon. Namun, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai. Akankah ia mampu mengatasi tekanan dan kembali ke final? Atau justru langkahnya terhenti di tangan Djokovic atau Auger-Aliassime? Semua akan terjawab dalam laga semifinal yang dinanti.



