Paolini Hentikan Langkah Eala, Melaju ke Perempat Final Wimbledon
Baca dalam 60 detik
- Jasmine Paolini mengalahkan Alexandra Eala 6-4, 4-6, 6-3 di babak keempat Wimbledon, mengakhiri perjalanan bersejarah petenis Filipina tersebut.
- Eala sebelumnya mengejutkan dunia dengan mengalahkan juara bertahan Iga Swiatek, menjadi pemain Filipina pertama yang mencapai babak keempat Grand Slam.
- Paolini akan menghadapi Marta Kostyuk di perempat final, sementara petenis lain seperti Elise Mertens dan Linda Noskova juga melaju.

Jasmine Paolini memastikan tempatnya di perempat final Wimbledon setelah mengalahkan Alexandra Eala dalam pertandingan tiga set yang menegangkan, 6-4, 4-6, 6-3, sekaligus menghentikan langkah bersejarah petenis asal Filipina itu. Kemenangan ini menjadi bukti ketangguhan mental unggulan ke-14 asal Italia yang sempat terpuruk karena cedera kaki.
Eala, yang berusia 21 tahun, mencuri perhatian dunia tenis setelah mengalahkan juara bertahan Iga Swiatek di babak sebelumnya. Ia menjadi pemain pertama dari Filipina yang mencapai babak keempat Grand Slam di era Open. Namun, menghadapi Paolini yang berpengalaman, ia harus mengakui keunggulan lawannya setelah bertarung selama 2 jam 22 menit di Centre Court.
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Paolini unggul lebih dulu dengan merebut set pertama 6-4, namun Eala bangkit di set kedua dengan permainan agresif untuk memaksakan set penentuan. Di set ketiga, Paolini yang sempat frustrasi berhasil menenangkan diri dan memanfaatkan kesalahan ganda Eala di game kedelapan untuk memimpin 5-3, sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan servis yang solid.
Kehadiran legenda tenis Roger Federer di Royal Box menjadi momen spesial bagi Paolini. "Saya ingin berterima kasih kepada Roger. Sepanjang pertandingan saya berusaha fokus dan tidak memikirkan kehadirannya," ujar Paolini yang mengaku mengidolakan Federer. Senyum lebar dan energi positifnya di lapangan kembali menjadi ciri khas yang membuatnya dicintai penonton All England Club.
Paolini, yang mencapai final Prancis Terbuka dan Wimbledon pada 2024, mengakui perjalanannya tidak mudah. "Ini benar-benar berat, seperti roller coaster. 2026 membuktikan banyak hal bagi saya. Ada momen sulit, tapi saya terus bekerja. Setiap hari saya merasa lebih baik," katanya. Ia akan berhadapan dengan unggulan ke-12 asal Ukraina, Marta Kostyuk, di perempat final.
Di sisi lain, Kostyuk melaju ke perempat final pertamanya di Wimbledon setelah mengalahkan Ashlyn Kruger 6-4, 6-4. Petenis Ukraina itu tidak bermain satu pun pertandingan di rumput sebelum Wimbledon karena cedera pergelangan kaki, namun ia mampu membangun momentum dari musim tanah liat yang kuat, termasuk gelar WTA 1000 di Madrid dan semifinal Prancis Terbuka.
Sementara itu, Elise Mertens dari Belgia juga menembus perempat final Wimbledon untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Marie Bouzkova 6-4, 6-4. Ini menjadi pencapaian Grand Slam pertamanya sejak enam tahun lalu. Petenis Ceko lainnya, Linda Noskova, menyingkirkan juara Australia Terbuka 2025 Madison Keys dengan skor 6-4, 7-6(2).
Bagi penggemar tenis Indonesia, perjalanan Eala menjadi inspirasi bahwa petenis dari negara non-tradisional mampu bersaing di level tertinggi. Dengan semakin terbukanya akses turnamen dan pelatihan, bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia juga melahirkan petenis yang mampu menembus babak akhir Grand Slam. Pertanyaan besarnya: apakah regenerasi tenis Indonesia akan segera mengikuti jejak Filipina?



