Guncangan Wimbledon: Swiatek dan Rybakina Tersingkir di Hari yang Sama
Baca dalam 60 detik
- Iga Swiatek, juara bertahan Wimbledon, takluk dari Alexandra Eala dalam tiga set ketat di babak ketiga.
- Elena Rybakina, unggulan kedua, juga tersingkir setelah dikalahkan Elise Mertens, mengamankan posisi Sabalenka sebagai nomor satu dunia.
- Kekalahan Swiatek menandai gagalnya pertahanan gelar tunggal putri Wimbledon untuk pertama kalinya sejak Serena Williams pada 2016.

Hari Sabtu di Wimbledon menjadi saksi kejutan besar ketika juara bertahan Iga Swiatek dan unggulan kedua Elena Rybakina tersingkir di babak ketiga dalam waktu kurang dari dua jam. Kekalahan ini tidak hanya mengguncang turnamen, tetapi juga mengubah peta persaingan di puncak peringkat dunia.
Swiatek, yang meraih gelar keenam Grand Slam-nya tahun lalu di lapangan rumput London, harus mengakui keunggulan petenis Filipina Alexandra Eala dengan skor 7-6 (11-9), 6-2 di Centre Court. Eala, yang sebelumnya mengejutkan Swiatek di Miami Open 2025, tampil percaya diri dan berhasil memanfaatkan 44 kesalahan sendiri yang dibuat Swiatek. Kemenangan ini menjadikan Eala petenis Filipina pertama yang mencapai babak keempat Grand Slam di era Open.
Sekitar satu jam sebelumnya, Rybakina, juara Wimbledon 2022, tumbang di tangan Elise Mertens asal Belgia dengan skor 7-6 (7-4), 6-1. Kekalahan ini memastikan Aryna Sabalenka tetap bertahan di posisi nomor satu dunia, terlepas dari seberapa jauh ia melaju di turnamen. Bagi Rybakina, ini adalah tahun kedua berturut-turut ia gagal mencapai pekan kedua Wimbledon setelah memenangkan Australia Terbuka pada Januari lalu.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kejutan ini memberikan pelajaran berharga tentang dinamika tenis profesional. Eala, yang kini menjadi sorotan, menunjukkan bahwa kerja keras dan konsistensi bisa mengalahkan pengalaman. Sementara itu, kegagalan Swiatek dan Rybakina mengingatkan bahwa tidak ada jaminan di Grand Slam, terutama di permukaan rumput yang tidak terduga. Di Indonesia, minat terhadap tenis masih terbatas, tetapi momen seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air untuk bermimpi lebih besar.
Swiatek, yang tampak frustrasi setelah pertandingan, belum pernah memenangkan gelar sejak Wimbledon tahun lalu dan belum meraih satu pun gelar pada 2026. Sebaliknya, Eala terus meningkat sejak Miami dan memenangkan gelar WTA 125 di Birmingham sebagai persiapan. Ia akan menghadapi finalis 2024 Jasmine Paolini di babak keempat. Sementara itu, Mertens, yang merupakan juara ganda putri dua kali di Wimbledon, akan bertemu Marie Bouzkova.
"Saya tidak bisa berkata-kata. Saya sangat senang bisa memenangkan set pertama dan menjaga momentum," ujar Mertens usai pertandingan. "Ini pasti salah satu kemenangan terbesar dalam karier saya, terutama di sini, di Wimbledon."
Pertanyaan besar kini mengemuka: akankah era dominasi Swiatek mulai meredup? Atau justru ini menjadi titik balik bagi petenis muda seperti Eala untuk bersinar? Wimbledon tahun ini membuktikan bahwa kejutan selalu menanti di setiap sudut lapangan rumput.



