Osaka Bungkam Sabalenka, Djokovic Melaju Meski 'Main Jelek'
Baca dalam 60 detik
- Naomi Osaka menghentikan laju unggulan pertama Aryna Sabalenka di babak keempat Wimbledon, memastikan juara baru untuk kesembilan kali berturut-turut.
- Novak Djokovic mencatat kemenangan ke-106 di Wimbledon, melampaui Roger Federer, meski mengaku performanya jauh dari memuaskan.
- Petenis Indonesia masih belum memiliki wakil di turnamen ini, namun dominasi pemain Amerika Serikat di sektor putri patut dicermati.

Naomi Osaka kembali menunjukkan taringnya di lapangan rumput. Unggulan ke-14 asal Jepang itu menyingkirkan unggulan pertama Aryna Sabalenka dengan skor telak 6-2, 7-6(2) pada babak keempat Wimbledon, Minggu (5/7). Kemenangan ini mengirim sinyal bahwa persaingan di sektor putri semakin terbuka lebar setelah tiga unggulan teratas gugur lebih awal.
Osaka tampil dominan sejak awal. Pukulan groundstroke-nya yang akurat dan servis kuat membuat Sabalenka tak berkutik. Petenis Belarusia itu bahkan terlihat frustrasi dan memukul bola keluar lapangan setelah kekalahan. "Sudah lama saya tidak merasakan kesenangan seperti ini di lapangan. Kalah tiga kali beruntun darinya benar-benar menyebalkan," ujar Osaka, yang tahun lalu kembali setelah cuti melahirkan.
Kekalahan Sabalenka melengkapi kejutan di sektor putri. Sebelumnya, juara bertahan Iga Swiatek dan juara 2022 Elena Rybakina sudah tersingkir di babak ketiga. Dengan hasil ini, dipastikan akan ada juara baru untuk kesembilan kalinya secara beruntun di Wimbledon. Langkah Osaka selanjutnya adalah menghadapi unggulan ke-10 Karolina Muchova, yang mengalahkan Barbora Krejcikova.
Di sektor putra, Novak Djokovic tetap melaju meski performanya jauh dari kata sempurna. Unggulan kedua itu menang 7-6(6), 6-3, 3-6, 6-3 atas Roman Safiullin. Namun, Djokovic jujur mengaku tidak menikmati pertandingan. "Sejujurnya, saya tidak merasa hebat di lapangan. Saya lega bisa melewatinya dan menang. Kepuasan dan kenikmatan tidak ada dalam kemenangan hari ini," katanya. Kemenangan ini mengantarkannya ke perempat final Wimbledon ke-17, menyamai rekor Roger Federer.
Djokovic akan berhadapan dengan Felix Auger-Aliassime, yang melewati laga sengit selama empat jam 26 menit melawan Alejandro Davidovich Fokina. Pertandingan itu diwarnai pertengkaran kedua pemain di net. Sementara itu, unggulan teratas Jannik Sinner melaju mulus ke perempat final setelah mengalahkan Shintaro Mochizuki. Ia akan berhadapan dengan Jan-Lennard Struff, yang untuk pertama kalinya mencapai perempat final Grand Slam di usia 36 tahun.
Bagi penggemar tenis Indonesia, hasil ini menjadi pengingat bahwa persaingan di level atas masih didominasi negara-negara Eropa dan Amerika. Meski belum ada wakil Indonesia, performa Osaka yang kembali ke bentuk terbaiknya bisa menjadi inspirasi. Di sisi lain, kegagalan Sabalenka mempertahankan konsistensi menunjukkan betapa ketatnya persaingan di puncak tenis putri.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Osaka mempertahankan performa ini untuk merebut gelar Grand Slam kelimanya? Atau akankah Muchova, yang pernah menjadi finalis Prancis Terbuka, menjadi batu sandungan? Satu hal yang pasti, Wimbledon tahun ini menyajikan drama yang tak terduga.



