Naomi Osaka Tembus Putaran Keempat Wimbledon untuk Pertama Kali, Tantang Sabalenka
Baca dalam 60 detik
- Naomi Osaka mengalahkan Daria Kasatkina 6-1, 6-3 dalam 65 menit, mencatatkan debutnya di putaran keempat Wimbledon.
- Petenis Jepang ini menunjukkan peningkatan signifikan di lapangan rumput berkat kerja sama dengan pelatih Tomasz Wiktorowski.
- Osaka akan berhadapan dengan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka, yang sebelumnya mengalahkannya di Roland Garros.

Naomi Osaka akhirnya memecahkan tembok Wimbledon. Petenis Jepang berusia 27 tahun itu melaju ke putaran keempat untuk pertama kalinya dalam kariernya setelah menundukkan Daria Kasatkina dengan skor telak 6-1, 6-3 dalam waktu hanya 65 menit, Jumat (4/7) waktu London.
Kemenangan ini menjadi tonggak baru bagi Osaka, yang selama ini dikenal sebagai raja lapangan keras dengan empat gelar Grand Slam. Sepekan sebelumnya, ia juga mencapai final pertamanya di lapangan rumput di Bad Homburg, Jerman. Transformasi permainannya di permukaan yang tidak biasa ini tidak lepas dari sentuhan pelatih barunya, Tomasz Wiktorowski.
โDia menantang saya untuk berpikir di luar kebiasaan,โ ujar Osaka dalam konferensi pers usai pertandingan. โKami banyak berlatih di lapangan keras karena tempat latihan saya tidak memiliki lapangan rumput. Tapi pendekatan yang berbeda itu justru membuat saya lebih memahami tenis rumput.โ
Namun, ujian sesungguhnya baru akan dimulai. Di putaran keempat, Osaka akan berjumpa dengan Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia asal Belarusia. Keduanya baru bertemu di Roland Garros Juni lalu, dan Sabalenka keluar sebagai pemenang. Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di Wimbledon tahun ini.
Sementara itu, Jepang juga punya wakil lain yang tampil mengejutkan di sektor putra. Shintaro Mochizuki, petenis peringkat 151 dunia yang lolos kualifikasi, sukses mengalahkan unggulan ke-23 asal Spanyol, Rafael Jodar, dengan skor 1-6, 7-6(5), 6-4, 6-4. Kemenangan ini membawanya ke putaran keempat Grand Slam untuk pertama kalinya.
Mochizuki menjadi petenis Jepang ketiga di era Open yang mencapai putaran keempat Wimbledon, setelah Shuzo Matsuoka dan Kei Nishikori. Langkahnya selanjutnya tidak kalah berat: ia akan berhadapan dengan juara bertahan dan unggulan teratas, Jannik Sinner dari Italia.
Bagi penggemar tenis Indonesia, pencapaian Osaka dan Mochizuki menjadi inspirasi bahwa adaptasi terhadap permukaan yang berbeda bisa membuahkan hasil. Di tengah minimnya petenis Asia yang bersinar di lapangan rumput, kesuksesan mereka membuka peluang bagi petenis lain untuk menembus batasan yang selama ini ada.
Pertanyaan besarnya: bisakah Osaka mengatasi trauma kekalahan dari Sabalenka di Paris? Atau justru Sabalenka yang akan kembali mendominasi? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa hari ke depan di lapangan rumput All England Club.



