Pertarungan Fury vs Joshua Terganjal Waktu Siaran: Wembley Minta Izin Mulai Dini Hari
Baca dalam 60 detik
- Turki Alalshikh mengancam memindahkan laga tinju Fury-Joshua ke luar Inggris jika otoritas Wembley tak mengizinkan start pukul 04.00 GMT demi pemirsa AS.
- Promotor Eddie Hearn mengakui kontrak mewajibkan pertarungan di Inggris, tapi siap negosiasi ulang jika penyandang dana menghendaki perubahan.
- Kedua petinju akan menjalani laga pemanasan akhir Juli 2024: Fury di Thailand dan Joshua di Arab Saudi.

Rencana pertarungan kelas berat antara Tyson Fury dan Anthony Joshua di Stadion Wembley terancam batal jika pemerintah daerah setempat tidak mengizinkan jadwal mulai yang sangat larut malam. Turki Alalshikh, tokoh kunci di balik promosi ini, menyatakan akan bernegosiasi dengan Wali Kota London dan pemangku kepentingan lain demi mengakomodasi kebutuhan televisi global, terutama pasar Amerika Serikat.
Alalshikh menegaskan bahwa keputusan akhir bergantung pada fleksibilitas Inggris. โKami ingin pertarungan ini di Inggris, tapi kami juga menginginkan zona waktu yang cocok untuk seluruh dunia, khususnya Amerika,โ ujarnya, Senin (14/7). Jika disetujui, laga utama bisa dimulai pukul 04.00 GMT, waktu yang lazim untuk prime time di AS. Ini bukan pertama kalinya olahraga tarung di Inggris mengikuti jam tayang Amerika; UFC 304 di Manchester pada Juli 2024 lalu memulai main card pukul 01.00 BST.
Di sisi lain, promotor Eddie Hearn yang mewakili Joshua mengakui kontrak yang sudah ditandatangani semua pihak mewajibkan pertarungan digelar di Inggris. Namun, ia tidak menutup kemungkinan perubahan. โHubungan kami dengan Turki Alalshikh sangat baik. Jika dia datang dan bilang ingin pertarungan di Amerika, kami pasti kecewa karena tak ada yang meragukan laga ini harus di Inggris. Tapi dia yang membayar, dan tagihannya sangat besar. Jadi kami harus mencari cara agar semua berjalan,โ kata Hearn kepada BBC Sport. Ia menambahkan bahwa perubahan lokasi akan memicu negosiasi ulang kontrak dari awal.
Bagi penggemar tinju di Indonesia, dinamika ini menarik dicermati. Meski tidak ada petinju Indonesia yang terlibat, pertarungan kelas berat selalu menjadi tontonan global yang dinikmati pecinta olahraga di Tanah Air. Jika laga digelar di Wembley dengan start dini hari, penonton di Indonesia bisa menyaksikannya pada sore hari WIB (sekitar pukul 11.00โ12.00 WIB). Sebaliknya, jika dipindahkan ke Amerika Serikat, jam tayang bisa bergeser ke pagi atau malam hari, tergantung lokasi. Keputusan ini juga mencerminkan bagaimana kepentingan komersial dan penyiaran global semakin menentukan jadwal olahraga, bahkan untuk acara yang sangat ikonik seperti Fury vs Joshua.
Alalshikh, yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh di balik sejumlah pertarungan besar di Arab Saudi, tampaknya ingin memastikan nilai komersial maksimal. Ia menyebut akan berdiskusi dengan Wali Kota London dan Pangeran Abdullah bin Khaled bin Sultan. Sementara itu, kedua petinju akan menjalani laga pemanasan akhir bulan ini untuk menjaga kondisi sebelum potensi duel besar yang ditargetkan akhir tahun.
Ke depannya, pertanyaan terbesar adalah apakah otoritas Inggris bersedia memberikan izin khusus untuk jadwal larut malam, atau justru Alalshikh akan memindahkan pertarungan ke Amerika Serikatโsebuah langkah yang bisa mengecewakan penggemar Inggris namun menguntungkan secara finansial. Apakah Wembley akan menjadi saksi duel terbesar tinju Inggris, atau justru kehilangan kesempatan emas karena kaku pada aturan jam operasional?



