Argentina vs Egypt: Duel Jawara Benua di Panggung Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Argentina dan Egypt, dua raksasa sepak bola dari Amerika Selatan dan Afrika, akan bertemu di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Houston.
- Laga ini menjadi ujian berat bagi Egypt yang baru pertama kali lolos ke fase gugur, sementara Argentina ingin mempertahankan gelar juara.
- Pemenang laga ini akan berhadapan dengan Swiss atau Kolombia di perempat final pada 11 Juli mendatang.

Dua kekuatan sepak bola dari dua benua berbeda, Argentina dan Egypt, akan saling sikut di Stadion Atlanta pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Kamis (11/7) waktu setempat. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke perempat final, melainkan juga panggung pembuktian bagi Egypt yang untuk pertama kalinya menapaki fase gugur turnamen paling bergengsi di dunia.
Argentina, pemegang gelar juara bertahan, melaju ke babak ini setelah melewati rintangan sengit melawan debutan Cabo Verde. La Albiceleste nyaris menjadi korban kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia setelah tertinggal 2-1 hingga menit akhir, sebelum akhirnya menang 3-2 berkat gol bunuh diri lawan di babak perpanjangan waktu. Sementara itu, Egypt harus berjuang lebih keras lagi: setelah bermain imbang 1-1 melawan Australia, mereka menang 4-2 melalui adu penalti untuk mengamankan tempat di babak 16 besar untuk pertama kalinya.
Meski sama-sama belum terkalahkan di turnamen ini, kedua tim memiliki pengalaman yang sangat berbeda di fase gugur. Argentina telah mencapai babak 16 besar di setiap Piala Dunia sejak 2002, sebuah konsistensi yang jarang ditandingi. Sebaliknya, Egypt baru saja mencatat sejarah dengan meraih kemenangan pertama mereka di Piala Dunia pada fase grup. Pertemuan sebelumnya antara kedua negara terjadi pada laga persahabatan tahun 2008, di mana Argentina menang 2-0 berkat gol Sergio Aguero dan Nicolas Burdisso.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga ini menawarkan tontonan kelas dunia yang sarat gengsi. Argentina dengan Lionel Messi yang masih menjadi andalan, meski usianya tak lagi muda, tetap menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Di sisi lain, Egypt mengandalkan Mohamed Salah yang tengah dalam performa apik. Pertemuan dua megabintang ini menjadi daya tarik tersendiri, apalagi dengan format baru Piala Dunia yang memungkinkan lebih banyak pertandingan menarik di fase awal.
Stadion Atlanta, yang dikenal dengan atap retractable dan layar halo 360 derajat, menjadi saksi bisu pertarungan ini. Sejak dibuka pada 2017, venue ini telah menjadi tuan rumah berbagai acara olahraga besar, termasuk Super Bowl LIII dan MLS All-Star Game. Kini, stadion berkapasitas 71.000 penonton itu siap menyambut duel dua raksasa benua. Pertanyaan besarnya: mampukah Egypt mengulangi kejutan seperti yang mereka lakukan saat menyingkirkan Australia, atau akankah Argentina kembali menunjukkan kelasnya sebagai juara bertahan?



