Pembalap Red Bull Junior Fionn McLaughlin Cetak Poin Perdana di Formula 3
Baca dalam 60 detik
- Fionn McLaughlin, juara British F4, finis kesembilan di sprint race Silverstone dan meraih dua poin pertamanya di Formula 3.
- Pembalap asal Irlandia Utara ini merupakan bagian dari akademi Red Bull, menunjukkan potensi besar di ajang pendukung F1.
- Pencapaian ini membuka peluang bagi pembalap muda Asia, termasuk Indonesia, untuk menembus jenjang balap Eropa.

Fionn McLaughlin, remaja 17 tahun asal Irlandia Utara, mencatatkan sejarah pribadi dengan meraih dua poin perdana di ajang Formula 3 pada sprint race di Sirkuit Silverstone, Sabtu (6/7). Finis di posisi kesembilan, pembalap binaan Red Bull Junior itu menegaskan bahwa transisi dari British F4 ke level yang lebih tinggi bukanlah hal yang mustahil.
McLaughlin yang musim lalu menjadi juara British F4, kini menjalani debut di Formula 3 bersama tim Hitech Racing. Ajang ini merupakan salah satu jenjang kunci sebelum Formula 1, dan biasanya menjadi panggung bagi pembalap muda berbakat dari seluruh dunia. Dua poin yang ia kumpulkan mungkin terlihat kecil, tetapi menjadi bukti bahwa ia mampu bersaing di lingkungan yang jauh lebih kompetitif.
Balapan sprint tersebut dimenangkan oleh pembalap Amerika Serikat, Ugo Ugochukwu, yang finis di depan Yevan David dan Theophile Nael. Sementara itu, McLaughlin akan memulai feature race pada Minggu (7/7) dari posisi keenam, dengan Freddie Slater sebagai pole-sitter. Feature race menjadi kesempatan emas baginya untuk menambah perolehan poin dan menunjukkan konsistensi.
Di sisi lain, ajang Formula 2 juga menyajikan persaingan sengit. Alex Dunne, pembalap Alpine Junior, finis kesembilan di sprint race dan akan start dari posisi kedua di feature race. Kemenangan sprint race diraih oleh Nikola Tsolov asal Bulgaria, yang kini mengoleksi lima kemenangan musim ini. Tsolov unggul atas pemimpin klasemen Gabriele Mini dan Rafael Villagomez dari Meksiko.
Bagi penggemar balap di Indonesia, pencapaian McLaughlin menjadi pengingat bahwa jalur karier di motorsport Eropa masih terbuka lebar. Dengan banyaknya pembalap Asia yang mulai menembus ajang Eropa, seperti Sean Gelael dan Rio Haryanto sebelumnya, prestasi McLaughlin bisa menjadi inspirasi. Apalagi, Indonesia sendiri memiliki potensi besar di ajang gokart dan formula junior yang perlu terus digali.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah McLaughlin mampu mempertahankan momentum ini dan bersaing secara reguler di zona poin. Jika ia konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjadi kandidat kuat untuk promosi ke Formula 2 dalam waktu dekat. Dunia balap Indonesia pun patut mencatat namanya sebagai salah satu bintang masa depan yang patut diikuti.



