Trump Rencanakan Hadiri Irish Open di Resor Golf Miliknya, Doonbeg
Baca dalam 60 detik
- Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi rencana kehadirannya di Irish Open 2025 yang digelar di lapangan golf miliknya, Trump International Golf Links, Doonbeg, Irlandia.
- Turnamen yang berlangsung 10-13 September ini akan diikuti Rory McIlroy, Jon Rahm, dan sejumlah bintang golf dunia, menjadikannya ajang bergengsi di kalender golf Eropa.
- Kunjungan Trump berpotensi memperkuat hubungan bilateral AS-Irlandia, namun juga memicu diskusi tentang konflik kepentingan mengingat statusnya sebagai presiden dan pemilik resor.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan niatnya untuk menghadiri Irish Open tahun ini yang akan digelar di resor golf miliknya, Trump International Golf Links, di Doonbeg, County Clare, Irlandia. Dalam sambutan video yang diputar pada perayaan Hari Kemerdekaan AS di kediaman duta besar di Dublin, Trump mengungkapkan harapannya untuk menyaksikan langsung aksi Rory McIlroy dan para pegolf top dunia.
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 10-13 September 2025 itu akan mempertemukan sejumlah nama besar, termasuk juara Masters dua kali berturut-turut Rory McIlroy, Jon Rahm, serta pemenang major asal Irlandia Shane Lowry dan Padraig Harrington. McIlroy, yang akan mempertahankan gelar juara bertahannya, diketahui telah bermain golf bersama Trump pada awal 2025. Kehadiran sang presiden tentu menambah daya tarik tersendiri bagi ajang yang sudah menjadi agenda tetap kalender golf Eropa ini.
Pernyataan Trump disampaikan dalam acara yang dihadiri sekitar 4.000 undangan dari berbagai kalangan, termasuk politisi, pengusaha, akademisi, dan korps diplomatik, yang digelar di Phoenix Park, Dublin. Dalam pidatonya, Trump menekankan eratnya hubungan AS-Irlandia, terutama dalam momen peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Ia menyebut bahwa 11 dari 56 penandatangan Deklarasi Kemerdekaan AS adalah keturunan Irlandia, dan seorang Irlandia yang pertama kali membacakan deklarasi tersebut. “Tidak ada yang lebih indah dari persahabatan Irlandia-Amerika,” ujar Trump dalam rekaman yang diputar di layar raksasa.
Bagi Indonesia, berita ini mungkin terasa jauh, namun menyiratkan dinamika global yang menarik. Kunjungan presiden AS ke luar negeri selalu membawa implikasi diplomatik dan ekonomi. Kehadiran Trump di Doonbeg dapat memperkuat citra resor golfnya sebagai destinasi premium, sekaligus membuka peluang bagi investor dan pelaku pariwisata Indonesia yang melirik pasar golf kelas atas. Di sisi lain, isu konflik kepentingan—seorang presiden yang mempromosikan properti pribadinya—kembali mengemuka, mengingatkan pada kritik serupa yang pernah dialamatkan kepada Trump sebelumnya.
Meski demikian, antusiasme Trump terhadap turnamen ini tidak terbendung. Ia menyebut Doonbeg sebagai salah satu lapangan golf terindah di dunia dan berjanji akan merayakan acara tersebut secara meriah. “Saya pikir saya akan datang dan melihatnya. Ini akan menjadi sesuatu yang sangat, sangat istimewa,” katanya. Dengan daftar peserta yang mentereng dan sorotan media global, Irish Open 2025 dipastikan menjadi ajang yang tak hanya penting bagi dunia golf, tetapi juga bagi hubungan transatlantik. Pertanyaannya, akankah kehadiran Trump benar-benar terealisasi, atau hanya sekadar wacana politik?



