Melawan Cystic Fibrosis, Mekanik Amatir Irlandia Tembus The Open Championship
Baca dalam 60 detik
- David Howard, penderita cystic fibrosis yang 18 bulan lalu masih bekerja sebagai montir, lolos kualifikasi The Open Championship setelah menempati posisi kedua di Dundonald Links.
- Berkat terapi obat modern, Howard yang sempat khawatir tak akan hidup hingga usia 27 kini bisa mengejar mimpi di golf profesional.
- Kisahnya menjadi inspirasi bagi 1.400 penderita CF di Irlandia, menunjukkan bahwa diagnosis berat bukanlah akhir dari segalanya.

David Howard, pegolf amatir asal County Cork, Irlandia, memastikan diri tampil di The Open Championship setelah melewati babak kualifikasi final di Dundonald Links, Skotlandia, Selasa (1/7). Pria 27 tahun yang didiagnosis cystic fibrosis sejak usia tujuh tahun ini hanya perlu mencubit lengannya sendiri untuk memastikan bahwa mimpinya menjadi kenyataan.
Howard, yang hingga 18 bulan lalu masih bekerja penuh waktu sebagai montir, menembus salah satu dari empat turnamen mayor golf dunia berkat permainan solidnya: dua putaran masing-masing 69 dan 71 pukulan. Peringkatnya di dunia amatir saat ini adalah 1.456, jauh dari sorotan, namun semangatnya tak terbendung.
Perjalanan Howard ke Dundonald terbilang unik. Ia dan sang ayah, John, yang menjadi caddie-nya, menggunakan mobil kemping yang dibeli tahun lalu—dijuluki 'Wanderly Wagon'—dan menyeberang dengan feri dari Irlandia ke Skotlandia. “Ini sangat surreal, mungkin belum sepenuhnya meresap. Gila,” ujar Howard dari sebuah pom bensin dekat Cork, sehari setelah kualifikasi.
Yang membuat kisah Howard luar biasa adalah perjuangannya melawan cystic fibrosis (CF), penyakit genetik yang paling umum di Eropa utara dan menyerang sistem pencernaan serta paru-paru. Di masa remaja, setelah mencari informasi di internet, Howard sempat takut tidak akan mencapai usia 27. Namun kemajuan terapi obat memberinya “kesempatan hidup baru”. Kini CF telah berubah dari penyakit yang dulu menyebabkan kematian di usia median 30 tahun menjadi kondisi yang bisa dikelola.
Irlandia memiliki angka kejadian CF tertinggi di dunia, dengan sekitar 1.400 anak dan dewasa mengidapnya. Howard menjadi duta CF Ireland, dan ia berharap kisahnya bisa menginspirasi anak-anak lain. “Dengan CF, saya tidak ingin menyesali apa pun di kemudian hari. Saya tidak tahu berapa banyak waktu yang saya miliki,” katanya. “Alasan utama saya melakukan sesuatu untuk CF Ireland adalah untuk menunjukkan kepada anak-anak bahwa mendapatkan CF bukanlah akhir dari segalanya. Ini memberi perspektif berbeda dalam hidup, yang saya pikir membantu permainan golf saya.”
Bagi Indonesia, kisah Howard mengingatkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk berprestasi di level tertinggi. Di tengah minimnya perhatian terhadap olahraga golf di tanah air—apalagi bagi atlet dengan kondisi medis khusus—semangat Howard bisa menjadi cermin bahwa dukungan medis dan mental yang tepat mampu melahirkan kejutan. Belum ada pegolf Indonesia yang pernah berlaga di The Open Championship, tetapi kisah Howard membuka wawasan bahwa jalur amatir dan tekad kuat bisa membawa seseorang ke panggung dunia.
Howard akan bergabung dengan sembilan amatir lain di Royal Birkdale Golf Club pada 16-19 Juli mendatang. Mereka akan bersaing memperebutkan Medali Perak untuk amatir terbaik, sebuah penghargaan yang pernah diraih oleh Tiger Woods, Rory McIlroy, dan Justin Rose. “Medali Perak akan menyenangkan,” ujar Howard, “tapi kami akan mencoba membidik lebih tinggi dan lihat sejauh mana kami bisa melangkah.”
“Saya tidak ingin menyesali apa pun. Saya tidak tahu berapa banyak waktu yang saya miliki.” — David Howard
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Howard, yang hanya tiga tahun lalu baru mencapai handicap cukup rendah untuk turnamen amatir besar Irlandia, bersaing di lapangan yang pernah menjadi saksi kejayaan para legenda? Atau akankah kisahnya menjadi inspirasi abadi bagi ribuan penderita CF di seluruh dunia, tanpa memedulikan hasil akhir di papan skor?



