Cedera Lutut Kembali Menghadang: Serena Williams Mundur dari Ganda Wimbledon
Baca dalam 60 detik
- Serena Williams memundurkan diri dari nomor ganda Wimbledon bersama Venus Williams karena cedera lutut kiri, mengakhiri reuni yang dinanti.
- Cedera tersebut terjadi saat Serena kalah dari Maya Joint di babak pertama tunggal, memaksanya menjalani perawatan intensif termasuk penyedotan cairan.
- Masa depan comeback Serena masih belum jelas, dengan turnamen lapangan keras Amerika Utara, termasuk US Open, menjadi agenda potensial.

Serena Williams kembali harus menunda ambisinya untuk berlaga di Wimbledon setelah cedera lutut memaksanya mundur dari nomor ganda yang sedianya akan ia mainkan bersama kakaknya, Venus Williams, pada Sabtu (6/7). Keputusan ini mengakhiri harapan publik untuk menyaksikan reuni legendaris dua saudara peraih enam gelar ganda di All England Club tersebut.
Petenis berusia 44 tahun itu mengalami masalah pada lutut kirinya saat bertanding melawan Maya Joint dari Australia pada Selasa lalu. Dalam pertandingan yang berlangsung tiga set, Serena harus mengakui keunggulan petenis muda berusia 20 tahun tersebut. Usai laga, ia tidak memberikan pernyataan kepada media, dan pihak penyelenggara Wimbledon menyatakan bahwa Serena "tidak dapat menjalankan kewajibannya" sebagai pemain.
Melalui unggahan di Instagram, Serena mengungkapkan kekecewaannya. "Saya sangat patah hati harus mundur dari ganda. Kembali bertanding lagi adalah anugerah, dan kesempatan bermain bersama Venus sekali lagi sangat berarti bagi saya. Saya sudah melakukan segalanya untuk siap, tapi sayangnya lutut saya belum siap bertanding," tulisnya. Ia juga membagikan foto lutut kirinya yang terbebat perban dan alat suntik yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dari area tersebut.
Keputusan mundur ini diambil hanya 15 menit sebelum jadwal latihan yang direncanakan pukul 16:00 waktu setempat. Sebelumnya, pertandingan ganda Williams bersaudara sempat dimasukkan dalam jadwal pertandingan pada Jumat, tanpa dialokasikan lapangan tertentu dan dijadwalkan tidak dimulai sebelum pukul 16:30 BST. Hal ini menunjukkan bahwa pihak turnamen memberikan ruang bagi Serena untuk memutuskan kesiapannya hingga menit terakhir, sekaligus menghindari masalah penjadwalan jika ia mundur.
Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi rencana comeback Serena setelah ia absen dari turnamen Grand Slam sejak Wimbledon 2022. Meski demikian, ia belum mengumumkan langkah selanjutnya. Dalam unggahannya, ia hanya berpesan, "Yang bisa saya katakan, tetaplah pantau kota di dekat kalian." Kalimat ini memicu spekulasi bahwa Serena mungkin akan tampil di turnamen-turnamen lain, terutama rangkaian lapangan keras Amerika Utara yang berpuncak pada US Open (30 Agustus โ 13 September).
Bagi penggemar tenis Indonesia, kabar ini tentu mengecewakan. Williams bersaudara adalah ikon global yang menginspirasi banyak petenis Asia, termasuk Indonesia. Absennya mereka di ganda Wimbledon mengurangi daya tarik turnamen, terutama bagi penonton yang menantikan aksi legenda. Namun, fokus kini beralih ke masa depan Serena: mampukah ia pulih total dan kembali bersaing di level tertinggi? Ataukah ini menandai akhir dari perjalanan panjangnya di Wimbledon? Hanya waktu yang bisa menjawab.



