PKB Ancam Sanksi Tegas Kader yang Intimidasi Dokter Icha
Baca dalam 60 detik
- PKB menjanjikan sanksi tegas bagi kadernya yang terbukti melakukan intimidasi terhadap dokter Icha di NTT.
- Tiga anggota DPRD dari tiga partai berbeda diduga terlibat dalam tekanan psikologis yang berujung pada bunuh diri dokter muda tersebut.
- Kasus ini memicu sorotan terhadap perlindungan tenaga kesehatan dan etika politik di Indonesia.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memastikan tidak akan memberikan toleransi kepada kadernya yang terlibat dalam intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa Dokter Icha, yang meninggal dunia akibat bunuh diri. Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurizal, menyatakan bahwa partainya akan menjatuhkan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran hukum dan kode etik.
"Bukan hanya di TTU (Timor Tengah Utara), kalau berbuat pelanggaran hukum, apalagi terkait dia tidak bisa menjaga kode etiknya sebagai anggota DPRD, ya kita akan berikan sanksi tegas. Tidak ada toleransi," ujar Cucun di kompleks parlemen, Kamis (2/7). Pernyataan ini muncul setelah beredar kabar bahwa kader PKB di DPRD TTU, Robert Tubani, diduga ikut serta dalam aksi intimidasi terhadap dokter Icha saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu.
Intimidasi tersebut terjadi pada 13 Juni lalu, ketika dr. Icha sedang menangani seorang anak korban gigitan ular hijau. Tiga anggota DPRD TTUโRobert Tubani (PKB), Therensius Lazakar (Golkar), dan Veronika Lake (PDIP)โdatang ke rumah sakit dan diduga membentak dokter Icha dengan nada keras. Paman korban, Victor Manbait, mengungkapkan bahwa dokter Icha mengalami ketakutan dan tekanan psikologis hebat akibat peristiwa itu. "Dokter Icha masih mengalami ketakutan dan tekanan psikologis akibat bentakan yang diterimanya saat bertugas," katanya pada Jumat (26/6).
Kasus ini menyoroti kerentanan tenaga kesehatan di daerah terhadap tekanan politik dan kekuasaan. Cucun menegaskan bahwa PKB akan segera menggelar rapat internal untuk melakukan investigasi mendalam. "Kita kemarin terima di media, baca di media dan segera kita akan lakukan rapat untuk melakukan investigasi," katanya. Langkah ini diharapkan dapat menjadi preseden bagi partai politik lain untuk lebih serius dalam mengawasi perilaku kadernya, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik.
Di sisi lain, publik menuntut keadilan bagi dokter Icha dan perlindungan lebih baik bagi tenaga kesehatan. Peristiwa ini juga memicu diskusi tentang perlunya penguatan kode etik bagi anggota dewan dan sanksi yang lebih berat bagi pelanggaran. PKB, yang mengklaim sebagai partai yang menjunjung tinggi moralitas, kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan komitmennya terhadap penegakan etika.
Ke depan, investigasi PKB akan menjadi ujian kredibilitas partai dalam menangani kasus internal. Apakah sanksi yang dijatuhkan akan cukup memberikan efek jera, atau justru hanya menjadi formalitas belaka? Publik akan terus mengawal proses ini sebagai bagian dari upaya memperbaiki budaya politik di Indonesia.



