Pemerintah Madani Akan Temui Sultan Selangor Bahas Proyek LRT3 yang Bermasalah
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Malaysia akan mengadukan penjelasan teknis kepada Sultan Selangor terkait penundaan dan pemangkasan proyek LRT3 Shah Alam Line.
- Proyek yang sempat terhenti 18 bulan akibat pergantian pemerintahan dan 19 bulan karena pandemi ini mengalami pengurangan jumlah gerbong dan stasiun.
- Di sisi lain, Kementerian Transportasi menambah frekuensi kereta api untuk memudahkan pemudik pada Pemilu Johor 11 Juli mendatang.

Pemerintah federal Malaysia, melalui Menteri Transportasi Anthony Loke, menyatakan akan segera mengatur pertemuan dengan Sultan Selangor, Sultan Sharafuddin Idris Shah, untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai proyek LRT3 Jalur Shah Alam. Langkah ini diambil setelah Sultan menyoroti pembengkakan biaya dan keterlambatan proyek yang dinilai merugikan masyarakat.
Dalam pernyataannya saat menghadiri acara amal di Kuala Lumpur, Kamis (2/7), Loke mengakui bahwa pihaknya menerima masukan dari Sultan dan berkomitmen untuk menjelaskan secara transparan. โKami menerima teguran Yang Dipertuan Agung, dan saya akan meminta audiensi untuk memberikan penjelasan lebih rinci,โ ujarnya. Pertemuan ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan informasi antara pemerintah dan istana terkait proyek transportasi publik yang sempat terhenti total selama lebih dari 18 bulan sejak 2018.
Proyek LRT3 yang menghubungkan Bandar Utama dengan Johan Setia ini mengalami serangkaian kemunduran. Sultan Sharafuddin, dalam pernyataan sehari sebelumnya, mengungkapkan bahwa setelah perubahan pemerintahan federal pada 2018, proyek dihentikan sementara. Kemudian, pandemi Covid-19 menambah 19 bulan penundaan hingga 2021. Akibatnya, ukuran stasiun diperkecil, jumlah gerbong dikurangi, dan lima stasiun yang direncanakan dibatalkan. Sultan menegaskan bahwa LRT3 bukan proyek prestise, melainkan kebutuhan vital bagi warga Selangor dan sekitarnya.
Di luar isu LRT3, Loke juga mengumumkan langkah strategis Kementerian Transportasi untuk meningkatkan frekuensi layanan kereta api guna menyambut Pemilihan Negara Bagian Johor ke-16 pada 11 Juli mendatang. Keretapi Tanah Melayu Berhad (KTMB) telah menambah perjalanan Kereta Api Listrik (ETS) antara Kuala Lumpur dan Johor Baru. Langkah ini diharapkan memudahkan pemilih yang berada di luar daerah, termasuk dari Singapura, untuk pulang dan menggunakan hak suara mereka. โKami berharap penambahan layanan ini dapat meningkatkan partisipasi pemilih,โ kata Loke.
Pemilu Johor kali ini mempertemukan 172 kandidat yang memperebutkan 56 kursi DUN. Pemungutan suara awal dijadwalkan pada 7 Juli, sementara hari pencoblosan utama pada 11 Juli. Dengan adanya tambahan moda transportasi, pemerintah optimistis angka partisipasi akan lebih tinggi dibanding pemilu sebelumnya.
Ke depannya, pertemuan antara Loke dan Sultan Selangor akan menjadi titik krusial dalam menentukan nasib proyek LRT3. Akankah pemerintah mampu meyakinkan istana bahwa proyek ini tetap layak dan bermanfaat bagi rakyat? Atau justru akan ada perubahan desain dan pendanaan yang lebih signifikan? Publik menanti langkah konkret pemerintah untuk memulihkan kepercayaan terhadap proyek infrastruktur yang sempat tersendat ini.



