Wamendagri Dorong Kepala Daerah Manfaatkan Aset Tidur demi Kemandirian Fiskal
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah daerah diminta mengoptimalkan aset non-produktif seperti lahan tidur untuk menambah pendapatan asli daerah.
- Skema pembiayaan kreatif dinilai menjadi solusi mengurangi ketergantungan pada APBD dan pusat di tengah efisiensi anggaran 2026.
- Kota Jambi disebut memiliki potensi besar berkat kombinasi kepemimpinan birokrat dan pengusaha untuk menerapkan strategi serupa.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mendesak kepala daerah untuk segera mengadopsi pola kepemimpinan adaptif guna mengoptimalkan skema pembiayaan kreatif, sebagai jawaban atas tekanan efisiensi anggaran dan ketidakpastian ekonomi global yang kian terasa.
Dalam workshop tata kelola keuangan daerah di Jambi, Jumat (3/7), Wiyagus menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menyebut langkah ini krusial terutama menjelang tahun 2026, ketika efisiensi belanja negara diperkirakan semakin ketat.
โKepala daerah dituntut menerapkan adaptive leadership di tengah gejolak geopolitik yang sulit diprediksi,โ ujarnya dalam pernyataan resmi, Sabtu (4/7). Menurutnya, salah satu terobosan yang bisa segera dilakukan adalah mengoptimalkan aset daerah yang selama ini menganggur, seperti lahan tidur dan fasilitas publik yang justru membebani anggaran perawatan.
Wiyagus mencontohkan pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang kini dikerjasamakan dengan klub Persib Bandung. Stadion tersebut tidak lagi membebani anggaran daerah, bahkan mendatangkan manfaat ekonomi bagi pemerintah kota. Model kerja sama semacam ini, kata dia, bisa direplikasi di daerah lain, termasuk Jambi.
Kota Jambi, menurut Wiyagus, memiliki modal kuat untuk mengembangkan strategi serupa. Pasalnya, kota ini dipimpin oleh kepala daerah dengan latar belakang birokrasi dan dunia usaha. Sinergi tersebut, lanjutnya, berpeluang melahirkan inovasi pembiayaan di luar mekanisme konvensional. โLahan tidur yang menjadi aset pemerintah daerah harus bisa diberdayakan, menghasilkan profit untuk menambah PAD,โ tegasnya.
Ia juga mengajak jajaran Pemerintah Kota Jambi memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan pemangku kepentingan lain. Langkah ini diyakini dapat mempercepat kemandirian fiskal sekaligus mendorong pembangunan yang tidak lagi bergantung pada pemerintah pusat. โHarapan kami, pemberdayaan pihak ketiga ikut bertanggung jawab membangun Jambi menjadi kota yang tidak berpikir konvensional,โ pungkasnya.
Workshop tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, Wali Kota Jambi Maulana, dan Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, serta jajaran staf ahli dan camat se-Kota Jambi. Ke depan, keberhasilan skema pembiayaan kreatif akan sangat bergantung pada kemampuan kepala daerah dalam merangkul mitra non-pemerintah dan mengubah aset statis menjadi sumber pendapatan produktif.



