Liam Plunkett, Eks Bintang Kriket Inggris, Debut Baseball dengan Strikeout
Baca dalam 60 detik
- Mantan pelempar kriket Inggris, Liam Plunkett, mencatatkan strikeout dalam debut baseball profesionalnya bersama Oakland Ballers di Pioneer Baseball League.
- Plunkett, yang merupakan bagian dari tim juara Piala Dunia Kriket 2019, menggunakan klausa khusus 'marketing player' untuk tampil di liga baseball independen.
- Langkah ini menunjukkan tren atlet lintas cabang olahraga yang semakin umum, membuka peluang bagi atlet pensiun untuk berkompetisi di liga lain.

Liam Plunkett, mantan pelempar kriket andalan Inggris yang turut mengantarkan negaranya meraih gelar Piala Dunia 2019, memulai babak baru karier olahraganya dengan tampil sebagai pelempar baseball profesional. Dalam debutnya bersama Oakland Ballers, klub independen yang berlaga di Pioneer Baseball League (PBL), Plunkett berhasil mencatatkan strikeout pada Jumat (27/6) waktu setempat.
Plunkett, 41 tahun, tampil di bawah klausul khusus yang disebut "marketing player exception", sebuah kebijakan PBL yang mengizinkan tim merekrut atlet lintas cabang terkenal untuk jangka pendek. Dalam pertandingan melawan Yuba-Sutter Freebirds di Raimondi Park, ia menjadi pelempar pertama yang naik ke gundukan dan langsung mencatatkan strikeout—sebuah pencapaian yang jarang terjadi bagi pendatang baru di olahraga tersebut.
"Awalnya saya kira ini hanya lemparan seremonial, tapi ternyata benar-benar pertandingan sungguhan. Saya sedikit gugup, tetapi penangkap bola sangat membantu," ujar Plunkett dalam wawancara seusai pertandingan. Ia mengakui bahwa pelempar lawan tampak kebingungan menghadapi gaya lemparannya yang tidak biasa, perpaduan antara teknik bowling kriket dan pitching baseball.
Karier Plunkett di kriket berakhir setelah Piala Dunia 2019, di mana ia mengambil tiga wicket dalam final yang berakhir imbang melawan Selandia Baru, sebelum Inggris menang berdasarkan jumlah boundary. Setelah pensiun dari kriket internasional, ia pindah ke Amerika Serikat—tanah kelahiran istrinya—dan sempat bermain di Major League Cricket untuk San Francisco Unicorns. Kini, ia mencoba peruntungan di baseball, olahraga yang memiliki kemiripan teknis dengan kriket, terutama dalam hal melempar.
Fenomena atlet kriket beralih ke baseball bukanlah hal baru. Sebelum Plunkett, beberapa pemain kriket asal Australia dan Inggris telah mencoba karier di MLB atau liga bawahannya. Namun, langkah Plunkett menarik perhatian karena ia melakukannya di usia yang relatif senior untuk seorang atlet. Menurut analis olahraga, kemampuan atlet kriket untuk beradaptasi dengan baseball terletak pada biomekanik lemparan yang mirip, meskipun ada perbedaan dalam aturan dan strategi permainan.
Bagi pembaca di Indonesia, kisah Plunkett bisa menjadi inspirasi tentang fleksibilitas karier atlet. Di Tanah Air, olahraga baseball masih berkembang, sementara kriket mulai populer di kalangan komunitas tertentu. Kolaborasi lintas cabang seperti ini dapat membuka peluang bagi atlet Indonesia untuk mengeksplorasi karier di luar olahraga utama mereka, terutama jika ada dukungan dari liga dan sponsor.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Plunkett akan terus bermain baseball secara reguler atau hanya sebagai proyek sampingan. Dengan usianya yang sudah 41 tahun, kemungkinan ia akan lebih fokus pada peran sebagai duta merek atau pengembangan olahraga. Namun, satu hal yang pasti: debutnya yang gemilang telah membuktikan bahwa bakat atletik bisa melampaui batas cabang olahraga.



