Naomi Osaka Kembali Curi Perhatian di Wimbledon: Gaya Busana dan Ambisi ke Babak Keempat
Baca dalam 60 detik
- Naomi Osaka menyamai pencapaian terbaiknya di Wimbledon setelah mengalahkan Anastasia Gasanova dengan skor 6-3, 6-2, melaju ke babak ketiga.
- Penampilan Osaka di turnamen tahun ini tidak hanya soal tenis, tetapi juga pernyataan mode yang terinspirasi dari budaya Jepang, seperti kimono dan aksesori obi.
- Potensi pertemuan dengan Aryna Sabalenka di babak keempat menjadi sorotan, sementara Sabalenka sendiri mencuri perhatian dengan momen mengharukan bersama penggemar cilik.

Naomi Osaka, petenis peringkat satu dunia sebelumnya, kembali menjadi pusat perhatian di Wimbledon 2024, bukan hanya karena permainannya yang impresif, tetapi juga karena penampilan modenya yang memukau. Pada hari Rabu, ia berhasil mengalahkan Anastasia Gasanova dari Rusia dengan skor 6-3, 6-2, menyamai pencapaian terbaiknya di turnamen ini dengan melaju ke babak ketiga. Namun, yang membuatnya berbeda adalah busana yang ia kenakan saat memasuki lapangan.
Osaka, yang lahir di Jepang dari ayah Haiti dan ibu Jepang, tampil dengan jaket putih bermotif bunga yang dilengkapi dengan kereta panjang, diikat dengan obiโsabuk dekoratif khas kimono. Penampilan ini sukses menyita perhatian penonton dan fotografer saat ia berjalan dari ruang ganti menuju lapangan nomor dua. Sebelumnya, ia juga tampil memukau dengan kimono panjang serba putih pada pertandingan pertamanya, mematuhi aturan ketat All England Club tentang pakaian putih.
"Inspirasi saya bisa datang dari mana saja. Saya pernah ke Harajuku, distrik di Tokyo yang terkenal dengan budaya fesyennya, dan melihat semua orang mengekspresikan diri melalui pakaian. Itu sangat keren dan penuh warna. Saya menggunakan itu dalam eksperimen fesyen saya," ujar Osaka, seperti dikutip BBC Sport. Ia menambahkan bahwa ia tidak pernah memiliki rencana pasti dalam berpakaian, dan lebih suka mencoba sesuatu meskipun berisiko gagal.
Di sisi lain, Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia asal Belarusia, juga mencuri perhatian setelah mengalahkan McCartney Kessler 6-1, 7-6 (11-9). Setelah pertandingan, ia menyempatkan diri berfoto dengan seorang penggemar cilik yang memiliki tato harimau yang sama persis dengan miliknya di lengan kiri. Sabalenka mengaku terinspirasi oleh dukungan para penggemar muda. "Saya ingin menginspirasi anak-anak untuk melakukan hal yang benar dan menjadi contoh yang baik. Melihat mereka bersorak dan terhubung dengan saya adalah kemenangan besar," katanya.
Bagi publik Indonesia, fenomena Naomi Osaka dan Sabalenka di Wimbledon memberikan gambaran bagaimana olahraga tenis tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga soal personal branding dan pengaruh budaya. Osaka, dengan latar belakang multikulturalnya, menjadi simbol bagaimana atlet dapat memadukan identitas pribadi dengan performa di lapangan. Sementara itu, momen Sabalenka dengan penggemar cilik menunjukkan sisi humanis yang jarang terlihat di tengah persaingan ketat. Kedua hal ini relevan dengan perkembangan tenis di Indonesia, di mana atlet-atlet muda mulai mencari figur panutan yang tidak hanya jago bermain, tetapi juga memiliki karakter kuat.
Pertandingan selanjutnya akan mempertemukan Osaka dengan Daria Kasatkina, petenis kelahiran Rusia yang kini mewakili Australia. Jika berhasil menang, ia berpotensi bertemu Sabalenka di babak keempatโsebuah laga yang dinantikan banyak penggemar. Sabalenka sendiri akan menghadapi mantan juara Prancis Terbuka, Jelena Ostapenko, yang baru saja mengalahkan Antonia Ruzic 6-2, 6-0. Dengan gaya bermain agresif dan dukungan mode yang mencolok, Wimbledon tahun ini menjadi panggung bagi para petenis untuk menunjukkan bahwa tenis adalah perpaduan antara seni dan olahraga.



