Swiatek Akhiri Puasa Gelar 11 Bulan di Toronto, Shelton Pertahankan Mahkota Montreal
Baca dalam 60 detik
- Iga Swiatek menaklukkan Elena Rybakina 6-2, 6-3 di final National Bank Open, merebut gelar pertamanya musim ini sekaligus memutus paceklik sejak September tahun lalu.
- Ben Shelton sukses mempertahankan gelar di Montreal dengan kemenangan straight-sets atas Brandon Nakashima, menjadi pemain keempat abad ini yang back-to-back di turnamen tersebut.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi kedua petenis jelang US Open yang akan bergulir akhir Agustus, dengan persaingan papan atas yang semakin ketat.

Iga Swiatek akhirnya memutus puasa gelar selama 11 bulan dengan kemenangan meyakinkan 6-2, 6-3 atas Elena Rybakina di final National Bank Open, Toronto, Minggu (11/8). Kemenangan ini menjadi gelar pertamanya musim ini sekaligus penegasan bahwa petenis Polandia itu kembali ke jalur juara setelah melalui periode yang penuh tekanan dan kritik.
Sejak awal turnamen, Swiatek menunjukkan dominasi yang mengesankan. Di partai puncak, ia langsung mengambil inisiatif setelah Rybakina, unggulan kedua dunia, melakukan double fault berturut-turut yang memberinya break point di set pertama. Keunggulan awal itu cukup bagi Swiatek untuk melaju mulus, memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang terus dilakukan lawannya. Di set kedua, dua pukulan backhand yang meleset dari Rybakina kembali memberi Swiatek keunggulan, dan meskipun sempat menyelamatkan satu championship point, Rybakina akhirnya menyerah pada kesempatan kedua yang dimiliki Swiatek.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Swiatek yang mengaku kerap menjadi sasaran penilaian tidak adil dan kebencian. Dalam pidato pascapertandingan, ia mendedikasikan gelar ini untuk semua orang yang mengalami hal serupa. "Teruslah berusaha, teruslah bertumbuh, dan fokuslah pada dirimu sendiri karena kamu yang paling tahu apa yang terbaik untukmu. Selalu ingat apa yang ada di depan dan apa yang mungkin terjadi," ujarnya, seperti dikutip dari laporan Sky Sports.
Sementara itu, di sektor putra, Ben Shelton berhasil mempertahankan gelar juara di Montreal dengan mengalahkan sesama petenis Amerika, Brandon Nakashima, 6-3, 7-6 (7-4). Shelton tampil impresif sepanjang turnamen dengan tidak pernah kehilangan satu set pun. Ia menjadi pemain keempat di abad ini yang mampu meraih gelar beruntun di turnamen ini, bergabung dengan nama-nama besar seperti Andy Murray, Novak Djokovic, dan Rafael Nadal. "Bisa bermain seperti ini sepanjang minggu dan melewati undian yang berat menunjukkan kerja keras yang saya lakukan. Ini juga berbicara tentang ketangguhan mental saya, kemampuan untuk tetap fokus di tengah segala hal yang terjadi," kata Shelton kepada atptour.com.
Bagi pecinta tenis Indonesia, hasil ini memberikan gambaran menarik jelang US Open yang akan dimulai pada 30 Agustus. Swiatek, yang sempat diragukan performanya, kini kembali menjadi salah satu favorit juara. Sementara Shelton, dengan kepercayaan diri yang tinggi, bisa menjadi ancaman serius bagi para unggulan. Persaingan di papan atas tenis dunia semakin ketat, dan turnamen Grand Slam terakhir tahun ini akan menjadi panggung pembuktian bagi para petenis yang ingin mengukir sejarah.
Dengan kembalinya Swiatek ke jalur kemenangan dan konsistensi Shelton, pertanyaan besarnya adalah: mampukah mereka mempertahankan performa ini di Flushing Meadows? Atau akankah ada kejutan dari petenis lain yang siap merebut tahta? Kita tunggu saja aksinya di US Open.



