Bintang Culinary Class Wars, Choi Hyun-seok, Kolaborasi dengan The Black Pearl di Singapura
Baca dalam 60 detik
- Chef selebriti Korea Selatan Choi Hyun-seok menggelar kolaborasi dua hari dengan restoran Kanton The Black Pearl di Singapura.
- Menu delapan hidangan memadukan cita rasa Korea dan Kanton, termasuk Hanwoo beef tartare dan roasted duck breast.
- Kunjungan ini juga mempertemukan Choi dengan rival lamanya, LG Han, di restoran baru Milli.

Chef selebriti Korea Selatan Choi Hyun-seok tengah berada di Singapura untuk kolaborasi kuliner eksklusif bersama restoran Kanton The Black Pearl, yang berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli. Pemilik restoran fine dining Choi Dot di Seoul ini dikenal luas setelah tampil dalam serial kompetisi masak Netflix Culinary Class Wars dan acara varietas Chef & My Fridge.
Kolaborasi ini melibatkan Choi dan Dee Chan, eksekutif chef The Black Pearl, dalam menyajikan menu delapan hidangan yang menggabungkan elemen Korea dan Kanton. Berdasarkan laporan pengunjung yang hadir pada sesi 30 Juni, beberapa hidangan yang disajikan antara lain Hanwoo beef tartare, dada bebek panggang yang difermentasi selama tujuh hari, dan gukbap jamur liar. Perpaduan ini menunjukkan upaya kedua koki untuk menciptakan harmoni rasa lintas budaya.
Selain kolaborasi tersebut, Choi juga menyempatkan diri mengunjungi konsep F&B baru bernama Milli, yang didirikan bersama oleh LG Han, pemilik restoran Labyrinth. Han sebelumnya pernah berkompetisi melawan Choi dalam episode Chef & My Fridge. Dalam kunjungannya, Choi mencoba hidangan kepiting cabai ala Korea versi Han serta bingsu stroberi. Han mengaku bahwa Choi menyetujui hidangan kepiting cabainya, yang kemudian memicu candaan Han bahwa "sudah waktunya untuk pertandingan ulang".
Kehadiran Choi di Singapura tidak hanya menjadi ajang promosi bagi The Black Pearl, tetapi juga memperkuat tren kolaborasi antar chef lintas negara yang semakin marak di Asia Tenggara. Bagi industri kuliner Indonesia, fenomena ini bisa menjadi inspirasi untuk menghadirkan kolaborasi serupa yang menggabungkan kekayaan rasa lokal dengan teknik internasional.
Kolaborasi semacam ini tidak hanya menarik perhatian pecinta kuliner, tetapi juga menjadi strategi pemasaran yang efektif di era media sosial. Dengan basis penggemar global yang dimiliki Choi, The Black Pearl berpotensi mendapatkan sorotan internasional. Sementara itu, Milli yang baru dirintis oleh Han juga mendapat eksposur berkat kunjungan sang selebriti chef.
Ke depannya, apakah tren kolaborasi chef selebriti akan semakin merambah ke Indonesia? Mengingat besarnya minat masyarakat terhadap kuliner Korea dan acara memasak seperti Culinary Class Wars, bukan tidak mungkin restoran di Jakarta atau Bali akan mengikuti jejak serupa untuk menarik pengunjung.



