Sunderland Incar Timothy Weah untuk Dampingi Brobbey di Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Sunderland dikabarkan tertarik merekrut Timothy Weah dari Marseille dengan nilai sekitar 20 juta euro untuk menambah daya gedor.
- Weah dinilai punya kreativitas dan energi yang dibutuhkan Sunderland yang musim lalu kesulitan menciptakan peluang.
- Kedatangan Weah bisa menjadi kunci untuk mendukung Brian Brobbey yang diharapkan meningkatkan produktivitas golnya.

Sunderland dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memboyong penyerang Marseille, Timothy Weah, dengan banderol sekitar 20 juta euro atau setara Rp340 miliar. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat lini serang menjelang musim 2026/27, setelah musim lalu tim asuhan Regis Le Bris itu tampil impresif dengan finis ketujuh di Premier League dan lolos ke Liga Europa.
Meski berhasil mempertahankan sebagian besar pemain kunci, termasuk menolak minat Chelsea terhadap kapten Granit Xhaka dan menahan Brian Brobbey dari kejaran Bayern Munich serta Juventus, Sunderland sejauh ini baru mendatangkan bek veteran Thomas Meunier dengan status bebas transfer. Kondisi ini membuat para pendukung The Black Cats mencemaskan kedalaman skuad, terutama di sektor sayap kanan yang musim lalu minim kontribusi kreatif.
Menurut laporan TEAMtalk, Sunderland telah melakukan penjajakan terhadap ketersediaan Weah, yang musim lalu dipinjamkan Juventus ke Marseille dengan kewajiban membeli. Meski belum memasuki negosiasi formal, Foot Mercato mengonfirmasi bahwa Marseille bersedia melepas pemain berusia 26 tahun itu dengan nilai sekitar 20 juta euro. Weah, yang merupakan putra legenda sepak bola George Weah, dikenal sebagai pemain serba bisaโbisa bermain sebagai penyerang tengah maupun sayap kiri dan kanan.
Musim lalu bersama Marseille, Weah mencatatkan tujuh peluang emas dan memenangkan 51 persen duel. Angka ini menjadi sorotan karena Sunderland termasuk tim dengan expected goals (xG) terendah di Premier League, hanya lebih baik dari tiga tim yang terdegradasi. Chemsdine Talbi, yang mengisi posisi sayap kanan musim lalu, gagal menciptakan satu pun peluang emas, menunjukkan kelemahan kreativitas yang menjadi pekerjaan rumah utama Le Bris.
Kehadiran Weah diharapkan bisa menjadi solusi untuk meningkatkan aliran bola ke kotak penalti, sekaligus meringankan beban Brobbey yang musim lalu hanya mencetak tujuh gol di liga. Meski demikian, Brobbey tetap dianggap sebagai salah satu striker paling fisik di Premier League, dengan julukan "kereta barang" saat menggiring bola. Namun, dukungan dari lini kedua sangat dibutuhkan agar produktivitasnya meningkat, seperti yang pernah ia tunjukkan di Piala Dunia.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kabar ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa menilai pentingnya keseimbangan antara fisik dan kreativitas di lini depan. Sunderland, yang dikenal dengan basis suporter fanatik, kini berada di persimpangan: apakah akan berani menggelontorkan dana besar untuk Weah atau mencari alternatif lain. Dengan musim Premier League yang tinggal sepekan lagi, keputusan ini akan menjadi penentu ambisi mereka di kompetisi domestik maupun Eropa.
"Weah memiliki segalanya untuk menjadi salah satu penyerang terbaik di Eropa," pernah ujar Neymar Jr. Meski belum sepenuhnya terealisasi, potensi itu tetap menarik bagi klub sebesar Sunderland.
Jika transfer ini terwujud, Weah bisa menjadi salah satu pemain underrated di Premier League, berpadu dengan Brobbey untuk membentuk duet yang sulit dihentikan. Namun, pertanyaannya, mampukah Sunderland bersaing dengan klub-klub lain yang juga mengincar jasa pemain asal Amerika Serikat itu? Atau akankah mereka mencari opsi lain yang lebih terjangkau? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Sunderland tidak boleh tinggal diam jika ingin mempertahankan performa impresif mereka.



