Amy Hunt Sabet Emas 200m, Ganda Sprint Eropa Genggam Dua Gelar
Baca dalam 60 detik
- Sprinter Inggris Amy Hunt memastikan dominasi nomor sprint putri Eropa dengan menjuarai 200m setelah sebelumnya merebut emas 100m.
- Pelari Irlandia Rhasidat Adeleke harus puas dengan perak, sementara Dina Asher-Smith hanya terpaut 0,01 detik dari podium kedua.
- Hunt berpeluang menambah dua medali emas lagi melalui nomor estafet, yang akan mengukuhkan statusnya sebagai sprinter putri tercepat Eropa.

Birmingham, 13 Agustus 2026 โ Amy Hunt, sprinter andalan Inggris, menuntaskan misi gandanya di Kejuaraan Atletik Eropa dengan menyabet emas nomor 200 meter putri. Kemenangan ini melengkapi gelar juara 100 meter yang ia rebut tiga hari sebelumnya, menjadikannya atlet putri tercepat di Eropa musim ini.
Dalam final yang berlangsung di Alexander Stadium, Hunt mencatat waktu 22,19 detik, mengungguli Rhasidat Adeleke dari Irlandia yang finis kedua dengan 22,28 detik. Adeleke sempat memberi perlawanan ketat di tikungan terakhir, namun kecepatan akselerasi Hunt di lintasan lurus memastikan ia menyentuh garis finis lebih dulu. Sementara itu, Dina Asher-Smith, rekan latihan Hunt sekaligus sprinter senior Inggris, harus puas di posisi ketiga dengan selisih 0,01 detik dari Adeleke. Ini menjadi medali ketujuh Asher-Smith sepanjang kariernya di ajang Eropa.
Keberhasilan Hunt tidak hanya menegaskan dominasinya di nomor individu, tetapi juga membuka peluang untuk mencetak sejarah baru. Atlet berusia 24 tahun itu berpeluang meraih empat emas dalam satu edisi kejuaraan jika Inggris mampu memenangi nomor estafet 4x100 meter putri dan estafet campuran 4x100 meter. Jika terwujud, Hunt akan menjadi sprinter putri pertama yang mencapai 'quadruple' di kejuaraan ini dalam beberapa dekade terakhir.
Di nomor lain, Mark English dari Irlandia mencatatkan namanya dalam buku sejarah dengan menjadi pelari Irlandia pertama yang merebut emas 800 meter putra di Kejuaraan Eropa. English, yang kini berusia 33 tahun, finis dengan catatan waktu 1 menit 45,26 detik, mengungguli Marino Bloudek dari Kroasia dan Mohamed Attaoui dari Spanyol. Kemenangan ini menjadi puncak karier English yang sebelumnya hanya mampu meraih medali perunggu di ajang serupa.
Pencapaian Hunt dan English menjadi sorotan utama kejuaraan yang berlangsung di Birmingham ini. Bagi pengamat atletik, kemenangan Hunt menandai pergeseran generasi di nomor sprint putri Eropa, di mana atlet-atlet muda seperti Adeleke mulai menantang dominasi Inggris. Persaingan yang ketat, dengan selisih waktu hanya seperseratus detik, menunjukkan bahwa level kompetisi di Eropa semakin tinggi.
Bagi Indonesia, prestasi Hunt dan atlet-atlet Eropa lainnya memberikan gambaran tentang standar latihan dan kompetisi yang harus dikejar. Meski Indonesia belum memiliki tradisi kuat di nomor sprint, perkembangan atletik nasional seperti catatan waktu Lalu Muhammad Zohri di nomor 100 meter bisa menjadi modal. Namun, untuk bersaing di level Eropa, diperlukan pembinaan jangka panjang dan dukungan fasilitas yang memadai.
Kejuaraan ini juga menjadi ajang pemanasan menjelang Olimpiade berikutnya. Dengan performa impresifnya, Hunt diprediksi menjadi salah satu kandidat emas di nomor 200 meter pada Olimpiade mendatang. Namun, ia harus mewaspadai atlet-atlet seperti Adeleke yang terus berkembang. Pertanyaannya, akankah Hunt mampu mempertahankan konsistensinya di panggung yang lebih besar?



