Bus Kelebihan Muatan Terjun ke Jurang di Pakistan Barat Daya, 40 Tewas
Baca dalam 60 detik
- Kecelakaan maut terjadi saat bus yang kelebihan penumpang akibat mengangkut penumpang bus lain yang mogok kehilangan kendali di jalan pegunungan terpencil.
- Korban tewas mencapai 40 orang, sementara delapan lainnya luka-luka; penyebab awal diduga karena pertengkaran penumpang yang menarik leher sopir.
- Insiden ini kembali menyoroti buruknya keselamatan jalan di Pakistan, terutama di daerah pegunungan, yang kerap memicu kecelakaan fatal.

Sebuah bus penumpang yang melaju kencang dan kelebihan muatan terjun dari jalan raya ke jurang berbatu di barat daya Pakistan pada Jumat dini hari, menewaskan 40 orang dan melukai delapan lainnya. Kecelakaan ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di negara tersebut.
Menurut Shahid Rind, juru bicara pemerintah provinsi Balochistan, bus tersebut lepas kendali dan jatuh ke jurang di Dana Sar, kawasan terpencil dekat perbatasan provinsi Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa. Bus itu tidak hanya membawa penumpangnya sendiri, tetapi juga mengangkut penumpang dari bus lain yang mogok, sehingga membuat kendaraan kelebihan muatan.
Seorang korban selamat yang dirawat di rumah sakit menceritakan kepada media lokal bahwa beberapa penumpang memprotes ketika sopir berhenti untuk menjemput orang-orang dari bus mogok yang juga menuju Peshawar. Terjadi pertengkaran, dan salah satu penumpang diduga mencekik leher sopir. Tak lama kemudian, sopir kehilangan kendali dan bus pun terjun ke jurang. Namun, keterangan ini belum dapat diverifikasi secara independen, dan polisi masih melakukan penyelidikan.
Petugas penyelamat dari kedua provinsi bekerja sama dalam evakuasi. Delapan korban luka mendapat perawatan awal di lokasi sebelum dibawa ke rumah sakit distrik di Zhob, sementara jenazah 40 korban dipindahkan ke rumah sakit distrik setempat. Shah Fahad, direktur jenderal layanan darurat Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan bahwa jika ada korban yang merupakan warga provinsinya, jenazah akan diantar dengan ambulans ke kampung halaman masing-masing.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Kepala Menteri Balochistan Sarfraz Bugti menyampaikan belasungkawa serta memerintahkan agar korban luka mendapat perawatan medis terbaik. Kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di Pakistan akibat buruknya kondisi jalan, lemahnya penegakan aturan, dan praktik berkendara yang tidak aman, terutama di kawasan pegunungan. Pada Mei lalu, sebuah minibus menabrak bus yang diparkir di jalan tol barat laut Pakistan, menewaskan 17 orang.
Bagi Indonesia, kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan transportasi umum, terutama di daerah pegunungan dan jalur padat. Meskipun regulasi angkutan umum di Indonesia sudah cukup ketat, praktik kelebihan muatan dan kelalaian sopir masih kerap terjadi. Pemerintah Indonesia perlu terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum untuk mencegah tragedi serupa. Pertanyaan yang muncul: sejauh mana keselamatan penumpang menjadi prioritas utama operator bus di tanah air?



