Bus Penuh Sesak Terjun ke Jurang di Pakistan: 32 Tewas, 16 Luka
Baca dalam 60 detik
- Sebuah bus kelebihan muatan yang mengangkut 48 penumpang tergelincir dan jatuh ke jurang sedalam 24 meter di pegunungan Dana Sar, Pakistan barat daya, menewaskan sedikitnya 32 orang.
- Kecelakaan diduga dipicu kerusakan sistem kemudi, sementara penyelidikan resmi masih berlangsung; kondisi jalan dan perawatan kendaraan yang buruk menjadi faktor umum kecelakaan di Pakistan.
- Presiden dan perdana menteri Pakistan menyampaikan duka cita, sementara otoritas setempat memerintahkan penyelidikan; insiden ini kembali menyoroti lemahnya keselamatan transportasi umum di negara tersebut.

Sedikitnya 32 orang tewas dan 16 lainnya luka-luka setelah sebuah bus penumpang yang kelebihan muatan tergelincir dan jatuh ke jurang di pegunungan Dana Sar, Pakistan barat daya, Jumat pagi waktu setempat. Bus yang melaju dari Quetta menuju Peshawar itu mengangkut 48 orang, termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak, saat insiden terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat.
Kepala layanan darurat Distrik Zhob, Sanaullah Sherani, mengatakan bus jatuh sedalam 21 hingga 24 meter ke dasar jurang. Puluhan petugas penyelamat dan ambulans dikerahkan, namun medan yang sulit memperlambat proses evakuasi. Korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Distrik Zhob yang berjarak sekitar 68 kilometer dari lokasi kecelakaan, sementara jenazah korban diidentifikasi sebelum dipulangkan ke kampung halaman.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, namun laporan awal menduga kerusakan sistem kemudi menyebabkan sopir kehilangan kendali. Juru bicara Kepala Menteri Balochistan, Shahid Rind, mengungkapkan bahwa bus telah mengambil penumpang tambahan dari bus lain yang mogok, sehingga kondisi kendaraan menjadi kelebihan muatan. Faktor ini kerap menjadi pemicu kecelakaan fatal di jalanan Pakistan, bersama dengan pengemudian ugal-ugalan, infrastruktur jalan yang buruk, dan perawatan kendaraan yang minim.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan belasungkawa atas tragedi ini. Kepala Menteri Balochistan, Sarfraz Bugti, dalam unggahan di media sosial X menyatakan dirinya "sangat berduka" dan memerintahkan penyelidikan menyeluruh. "Saya sampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berdoa untuk kesembuhan cepat para korban luka," tulis Bugti, seraya menambahkan bahwa dukungan medis segera diberikan kepada yang terluka.
Kecelakaan maut di jalan raya Pakistan bukanlah hal baru. Pada 2024, sedikitnya 17 jemaah tewas dan 40 lainnya luka setelah bus mereka jatuh ke jurang saat dalam perjalanan menuju Balochistan untuk perayaan Idul Fitri. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat Pakistan memiliki salah satu tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di Asia Selatan, dengan lebih dari 30.000 kematian per tahun akibat kecelakaan jalan raya. Faktor utama meliputi lemahnya penegakan aturan lalu lintas, kendaraan yang tidak laik jalan, dan minimnya kesadaran keselamatan.
Bagi Indonesia, tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan transportasi umum, terutama di daerah pegunungan dan jalur rawan kecelakaan. Meskipun regulasi angkutan umum di Indonesia telah diperketat, insiden serupa masih kerap terjadi, seperti kecelakaan bus di Subang dan Ciater yang menewaskan puluhan orang. Pertanyaannya, akankah otoritas di kedua negara mampu memperbaiki budaya keselamatan transportasi sebelum tragedi berikutnya terulang?



