Presiden Cape Verde Yakin Kalahkan Argentina di Piala Dunia: 'Kami Akan Menang 1-0'
Baca dalam 60 detik
- Presiden Cape Verde, José Maria Neves, memprediksi timnya akan mengalahkan juara bertahan Argentina dengan skor 1-0 di babak 32 besar Piala Dunia.
- Cape Verde, negara kepulauan terkecil yang lolos ke fase gugur, menunjukkan performa mengejutkan dengan hasil imbang melawan Spanyol dan Uruguay.
- Pertandingan melawan Argentina menjadi ujian terbesar bagi Cape Verde, namun optimisme tinggi mengiringi langkah mereka di turnamen.

Presiden Cape Verde, José Maria Neves, dengan percaya diri menyatakan bahwa tim nasional negaranya akan mengalahkan juara bertahan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia. Dalam wawancara eksklusif dengan BBC, ia memprediksi kemenangan tipis 1-0 untuk tim berjuluk Blue Sharks tersebut.
"Kami bermain untuk menang. Ketika ekspektasi terhadap sebuah tim rendah, dan tim itu memiliki keinginan kuat untuk menang, maka segalanya mungkin terjadi. Negara kecil seperti Cape Verde harus terus berusaha mengejutkan dunia," ujar Neves di ibu kota Praia. Keyakinan ini muncul menjelang laga yang akan digelar di Miami pada Jumat dini hari WIB.
Cape Verde, yang terdiri dari sepuluh pulau di Samudra Atlantik, mencatat sejarah sebagai negara terkecil yang berhasil lolos ke fase gugur Piala Dunia. Ini adalah partisipasi perdana mereka di turnamen sepak bola terbesar dunia. Perjalanan mereka di grup H sungguh dramatis: imbang tanpa gol melawan Spanyol berkat penampilan gemilang kiper Vozinha yang berusia 40 tahun, lalu ditahan imbang 2-2 oleh Uruguay, dan kembali bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi. Hasil tersebut cukup membawa mereka ke posisi runner-up grup setelah Spanyol mengalahkan Uruguay.
Kesenjangan peringkat antara kedua tim sangat mencolok. Argentina menduduki peringkat satu dunia versi FIFA, sementara Cape Verde hanya berada di peringkat ke-13 di Afrika. Namun, Neves menegaskan bahwa timnya memiliki keyakinan penuh. "Kami memiliki 100 persen keyakinan, 100 persen harapan, dan akan mengerahkan seluruh kemampuan. Jadi, kami punya peluang 100 persen untuk menang melawan Argentina," tegasnya.
Pelatih Cape Verde, Pedro Leitão Brito yang akrab disapa Bubista, juga menekankan semangat pantang menyerah. "Bagi kami, tidak ada yang mustahil. Sejak awal, tujuan kami adalah menunjukkan negara kami kepada dunia. Bisa bermain melawan Argentina dan Messi di fase seperti ini adalah sesuatu yang luar biasa," katanya dalam konferensi pers. Gelandang Deroy Duarte mengaku merasa seperti dalam mimpi, namun tetap percaya pada kemampuan tim.
Bagi Indonesia, perjalanan Cape Verde menjadi inspirasi bahwa negara kecil pun bisa bersaing di panggung global. Semangat underdog ini mengingatkan pada perjuangan tim-tim Asia Tenggara yang kerap dianggap remeh. Presiden Neves menegaskan bahwa apa pun hasilnya, mereka akan pulang dengan kepala tegak. "Tidak ada yang namanya kegagalan. Kami akan meninggalkan Piala Dunia dengan kepala tegak dan rasa misi tercapai," pungkasnya.
Pertandingan melawan Argentina akan menjadi ujian sejati bagi ambisi Cape Verde. Mampukah mereka mewujudkan prediksi presidennya, atau Argentina akan membuktikan status favorit? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa jam ke depan.



