Stuttgart Hancurkan Cologne 4-1: El Khannouss Jadi Bintang dengan Gol Spektakuler
Baca dalam 60 detik
- Stuttgart memetik kemenangan telak 4-1 atas Cologne di pekan kedua Bundesliga, dengan Bilal El Khannouss tampil memukau.
- El Khannouss mencetak gol solo brilian dan membantu gol kedua, menunjukkan pengaruhnya yang besar dalam permainan Stuttgart.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga Stuttgart setelah kekalahan telak dari Bayern Munich di laga pembuka.

VfB Stuttgart membuka pekan kedua Bundesliga dengan kemenangan telak 4-1 atas Cologne, Jumat malam (23/8). Bilal El Khannouss menjadi pusat perhatian dengan gol solo spektakuler yang membuka keunggulan tuan rumah, sekaligus menegaskan kebangkitan Stuttgart setelah di laga perdana mereka dipermalukan Bayern Munich.
Pelatih Sebastian Hoeneß melakukan dua perubahan dari tim yang kalah 0-4 dari Bayern. Chris Führich dan El Khannouss masuk starting XI, menggantikan Ramon Hendriks yang turun ke bangku cadangan serta Tiago Tomás yang cedera. Di kubu tamu, Cologne hanya mengubah satu posisi dengan menurunkan Linton Maina menggantikan Saïd El Mala yang sakit.
Sejak menit awal, Stuttgart langsung tampil agresif. Dženan Pejčinović nyaris mencetak gol pada menit keempat setelah memanfaatkan umpan Deniz Undav, namun tendangannya masih melambung. Josha Vagnoman juga sempat mengguncang tiang gawang lewat tembakan jarak dekat hasil kerjasama apik dengan El Khannouss. Tekanan demi tekanan dilancarkan, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat skor masih 0-0 hingga akhir babak pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-39. El Khannouss menunjukkan kelasnya dengan menggiring bola melewati beberapa pemain bertahan Cologne, termasuk melakukan nutmeg terhadap Luka Lochoshvili, sebelum melepaskan tembakan yang membentur pemain lawan dan masuk ke gawang Marvin Schwäbe. Gol tersebut menjadi hadiah yang pantas bagi penampilan dominan Stuttgart sepanjang babak pertama.
Memasuki babak kedua, Cologne mencoba bangkit dan menciptakan beberapa peluang melalui Ellyes Skhiri, Mikey Moore, dan Ragnar Ache. Namun kiper Stuttgart, Fabian Bredlow, tampil solid dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting. Ketika pertandingan berjalan alot, Stuttgart justru menggandakan keunggulan pada menit ke-60. Kombinasi El Khannouss dan Maximilian Mittelstädt berhasil membuka ruang bagi Grischa Prömel yang melepaskan tembakan kaki kiri terukur untuk gol pertamanya bersama klub.
Keunggulan dua gol membuat Stuttgart semakin percaya diri. Pelatih Hoeneß memasukkan Ermedin Demirović yang langsung memberikan dampak instan. Pada menit ke-75, penyerang asal Bosnia itu menerima bola di sisi kanan, menusuk ke kotak penalti, dan melepaskan tembakan dari sudut sempit yang tak mampu dihalau Schwäbe. Cologne sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol bunuh diri Ramon Hendriks pada menit ke-81, namun Vagnoman memastikan kemenangan dengan voli spektakuler dari jarak lebih dari 20 yard di masa injury time.
Kemenangan ini menjadi jawaban telak atas kekalahan memalukan di Allianz Arena. Stuttgart menunjukkan karakter dan kualitas yang membuat mereka finis di posisi kedua musim lalu. El Khannouss, yang direkrut dari Genk pada musim panas, tampil impresif dengan satu gol dan satu assist, serta dinobatkan sebagai Pemain Terbaik pertandingan. Ia juga memenangi sembilan duel, terbanyak di timnya, membuktikan pengaruhnya tidak hanya dalam menyerang tetapi juga dalam bertahan.
Bagi Cologne, hasil ini menjadi tamparan setelah kemenangan di laga pembuka melawan Hoffenheim. Mereka harus segera berbenah karena pada pekan-pekan berikutnya akan menghadapi lawan-lawan yang tidak kalah tangguh. Sementara itu, Stuttgart diharapkan bisa mempertahankan performa ini untuk terus bersaing di papan atas Bundesliga.
“Kami bermain dengan intensitas tinggi dan memanfaatkan peluang dengan baik. Ini modal bagus untuk pertandingan berikutnya,” ujar Sebastian Hoeneß seusai laga.
Dengan tiga poin penuh ini, Stuttgart naik ke peringkat lima klasemen sementara. Pertanyaan besarnya, akankah mereka mampu konsisten seperti musim lalu, atau justru kembali inkonsisten seperti yang kerap terjadi pada tim-tim Jerman? Pekan-pekan mendatang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi anak asuh Hoeneß.



