Warga Australia Terancam Hukuman Mati di Thailand Usai Bunuh Remaja Perempuan
Baca dalam 60 detik
- Simon Peter Carman, pria Australia, didakwa membunuh remaja 17 tahun di Pattaya dan menyembunyikan jasadnya dalam koper.
- Tersangka ditangkap di Bandara Bangkok saat hendak melarikan diri ke Perth, dan kini menghadapi ancaman hukuman mati.
- Kasus ini menyoroti risiko hukum berat bagi WNA di Thailand, serta pentingnya kewaspadaan bagi wisatawan Indonesia.

Seorang pria Australia berusia 30-an, Simon Peter Carman, resmi didakwa melakukan pembunuhan berencana dan menyembunyikan mayat setelah seorang remaja perempuan berusia 17 tahun ditemukan tewas di kota wisata Pattaya, Thailand timur. Polisi setempat mengonfirmasi bahwa tersangka terancam hukuman mati jika terbukti bersalah.
Korban dilaporkan hilang pada Jumat pekan lalu. Rekaman kamera pengawas menunjukkan ia terakhir terlihat memasuki sebuah kondominium bersama Carman di kawasan pantai populer Pattaya, sekitar 150 kilometer di timur Bangkok. Beberapa jam kemudian, Carman terlihat meninggalkan gedung sendirian sambil membawa koper besar berwarna gelap. Ia kemudian mengendarai sepeda motor menuju area terpencil di sepanjang jalur kereta api, tempat koper tersebut diduga dibuang.
Polisi menangkap Carman pada Sabtu dini hari di Bandara Bangkok, tepat sebelum ia naik pesawat menuju Perth, Australia. Saat itu ia langsung dijerat dengan tuduhan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Setelah koper berisi jasad korban ditemukan, polisi menambahkan dakwaan pembunuhan berencana dan penyembunyian mayat. Hukuman mati menjadi konsekuensi maksimal dari pasal yang dikenakan.
Carman membantah seluruh tuduhan. Dalam rekaman interogasi yang beredar di media Thailand, ia mengaku sedang memegangi korban karena "dia menjadi gila". Ia juga mengklaim korban mengancamnya dengan pisau saat ia mencoba memberikan uang 500 baht (sekitar Rp220 ribu). "Saya membuka dompet untuk mengambil uang, dan tiba-tiba ada pisau di depan wajah saya," ujarnya dalam video tersebut. Namun polisi belum menemukan bukti yang mendukung klaim pembelaan diri.
Kanoknan Sooksri, penyidik Kepolisian Pattaya yang menangani kasus ini, menyatakan belum ada kepastian kapan Carman akan disidangkan. Ia masih ditahan dan telah didampingi pengacara. Kasus ini menjadi pengingat bagi warga asing yang berlibur atau tinggal di Thailand bahwa hukum setempat sangat keras terhadap kejahatan seksual dan pembunuhan, terutama yang melibatkan anak di bawah umur.
Bagi wisatawan Indonesia yang kerap mengunjungi Thailand, kasus ini memberikan pelajaran berharga. Thailand menerapkan hukuman mati bagi sejumlah kejahatan berat, termasuk pembunuhan berencana. Meski eksekusi jarang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, ancaman tersebut tetap nyata. Para pelancong disarankan untuk selalu memahami hukum setempat dan menghindari situasi berisiko tinggi, terutama saat berinteraksi dengan warga lokal di tempat-tempat hiburan malam.
Ke depan, kasus Carman kemungkinan akan menjadi sorotan media Australia dan Thailand, mengingat bobot hukumannya yang ekstrem. Pertanyaan yang muncul: akankah pemerintah Australia melakukan intervensi diplomatik untuk mencegah hukuman mati, atau Thailand akan tetap pada proses hukumnya? Yang jelas, nyawa seorang remaja telah melayang, dan keadilan bagi korban menjadi prioritas utama.



