Ledakan Bom Paket di Monako: Target Pengusaha Ukraina, Polisi Buru Pelaku
Baca dalam 60 detik
- Seorang pengusaha asal Ukraina dan dua orang lainnya terluka akibat ledakan bom paket di Monako, insiden pertama dalam sejarah negara tersebut.
- Pelaku melarikan diri ke Prancis dan masih dalam pengejaran; motif diduga terkait sanksi Ukraina terhadap korban sejak 2023.
- Ledakan menggunakan pecahan logam untuk memaksimalkan cedera, menunjukkan perencanaan matang dan bukan aksi terorisme.

Ledakan bom paket di sebuah bangunan residensial di Monako pada Senin malam (29/6) melukai tiga orang, termasuk seorang pengusaha berkebangsaan Ukraina yang telah lama menetap di negara tersebut. Peristiwa yang disebut sebagai serangan pertama dalam sejarah kepangeranan yang dikenal super-aman ini memicu perburuan besar-besaran terhadap pelaku yang diduga melarikan diri ke Prancis.
Korban luka parah adalah Vadym Yermolaiev, pengusaha multi-jutawan asal Ukraina yang juga memiliki kewarganegaraan Siprus, serta seorang perempuan yang diduga istrinya. Seorang remaja yang diduga kerabat mereka mengalami luka ringan. Jaksa Monako, Stephane Thibault, mengonfirmasi bahwa kondisi pria tersebut telah stabil, namun perempuan masih dalam kondisi kritis mengancam jiwa.
Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 waktu setempat di lobi sebuah apartemen mewah. Menurut keterangan saksi, suara dentuman keras disusul teriakan dan tangis. Seorang mahasiswa bernama John Bulanadi yang tinggal di dekat lokasi mengatakan ia mendengar ledakan dan melihat dua orang tergeletak di tanah. Empat orang lainnya dirawat karena syok dan luka akibat pecahan kaca.
Pihak berwenang Monako mengerahkan puluhan polisi dan dua helikopter, dibantu 30 personel gendarmerie Prancis, untuk memburu tersangka yang terekam kamera pengawas melarikan diri menuju kota Beausoleil di Prancis. Menteri Negara Monako, Christophe Mirmand, menyatakan bahwa saksi mata telah memberikan informasi yang membantu identifikasi pelaku.
Jaksa Thibault menegaskan bahwa insiden ini diselidiki sebagai percobaan pembunuhan, bukan aksi terorisme. Bom paket tersebut mengandung baut dan buckshot, yang dirancang untuk menyebabkan cedera maksimal. Pangeran Albert II dari Monako menyebutnya sebagai "kejahatan keji" yang mengguncang komunitas Monako.
Yermolaiev telah menjadi target sanksi dari Ukraina sejak Desember 2023. Menurut dinas keamanan Ukraina, sanksi tersebut terkait dengan aktivitas bisnis alkoholnya di Krimea yang diduduki Rusia. Meskipun motif pasti masih diselidiki, dugaan kuat mengarah pada latar belakang bisnis dan sanksi tersebut. Mirmand mengatakan bahwa dinas intelijen sedang menyelidiki latar belakang korban untuk menentukan apakah ada ancaman spesifik lainnya.
Bagi pembaca di Indonesia, peristiwa ini mengingatkan bahwa bahkan negara dengan tingkat keamanan tertinggi pun tidak kebal terhadap serangan terencana. Modus bom paket yang ditargetkan pada individu tertentu menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi ancaman dari konflik internasional yang berdampak pada warga negara asing. Indonesia, sebagai negara yang kerap menjadi target serangan teror di masa lalu, dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya koordinasi lintas batas dalam pengejaran pelaku kejahatan.
Ke depan, pertanyaan besar adalah apakah pelaku memiliki koneksi dengan jaringan internasional atau bertindak sendiri. Dengan pelaku yang masih buron dan motif yang belum sepenuhnya terungkap, otoritas Monako dan Prancis harus bekerja cepat untuk mencegah serangan lanjutan. Apakah ini awal dari gelombang baru kekerasan politik di kawasan yang selama ini dianggap aman?



