WhatsApp Hapus Kewajiban Berbagi Nomor Telepon, Gantikan dengan Nama Pengguna
Baca dalam 60 detik
- WhatsApp akan memperkenalkan fitur nama pengguna (username) sehingga pengguna tidak perlu lagi membagikan nomor telepon saat berkomunikasi.
- Langkah ini bertujuan memperkuat privasi, terutama saat bergabung dalam grup besar atau menghubungi kontak baru.
- Peluncuran dilakukan bertahap dalam beberapa bulan ke depan, dengan prioritas bagi kreator dan usaha kecil yang sudah memiliki username di Facebook atau Instagram.

WhatsApp, platform pesan instan milik Meta, mengumumkan perubahan signifikan dalam sistem identifikasi penggunanya. Mulai tahun ini, pengguna tidak lagi diwajibkan membagikan nomor telepon untuk berkomunikasi, melainkan cukup menggunakan nama pengguna (username) unik. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat privasi pengguna di tengah kekhawatiran akan penyalahgunaan data pribadi.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (29/6), WhatsApp menjelaskan bahwa fitur ini dirancang untuk melindungi nomor telepon pengguna agar tidak tersebar secara otomatis, misalnya saat ditambahkan ke grup percakapan besar atau saat pertama kali menghubungi seseorang atau bisnis. โTidak ada direktori yang bisa dijelajahi dan tidak ada saran kontak, sehingga orang lain harus tahu persis username Anda untuk bisa menghubungi,โ tulis Meta dalam pernyataannya.
Perubahan ini menjadi angin segar bagi pengguna yang selama ini enggan membagikan nomor telepon mereka kepada orang asing. Dengan username, komunikasi bisa tetap terjalin tanpa harus mengorbankan privasi nomor pribadi. Bagi pengguna di Indonesia, di mana WhatsApp menjadi aplikasi pesan paling dominan dengan lebih dari 100 juta pengguna aktif, fitur ini dinilai sangat relevan. Banyak pengguna kerap menerima pesan spam atau ditambahkan ke grup tanpa izin karena nomor telepon mereka mudah diakses.
Namun, dengan basis pengguna yang sangat besar, tidak semua orang bisa mendapatkan username yang diinginkan. Meta mengakui bahwa nama pengguna yang populer mungkin sudah diambil lebih dulu, mirip dengan fenomena di platform media sosial lain. Untuk mengantisipasi hal ini, perusahaan akan membuka reservasi username secara bertahap di berbagai negara, dengan pemberitahuan kepada pengguna saat fitur tersebut tersedia di negara mereka.
Langkah ini juga memberikan keuntungan bagi kreator konten dan pelaku usaha kecil. Mereka diizinkan untuk mengklaim username WhatsApp yang sudah digunakan di produk Meta lain, seperti Facebook atau Instagram. Hal ini memudahkan konsistensi merek dan memudahkan pelanggan menemukan mereka di berbagai platform. Bagi pelaku UMKM di Indonesia, fitur ini bisa menjadi alat pemasaran yang efektif tanpa harus membagikan nomor telepon pribadi.
Meski demikian, implementasi fitur ini masih menyisakan pertanyaan. Misalnya, bagaimana WhatsApp akan menangani kasus penyalahgunaan username, seperti peniruan identitas (impersonation) atau penyebaran spam melalui username? Belum ada penjelasan detail mengenai mekanisme pelaporan dan verifikasi. Ke depannya, keberhasilan fitur ini akan sangat bergantung pada seberapa ketat Meta menerapkan kebijakan keamanan dan privasi, terutama di pasar negara berkembang seperti Indonesia yang rentan terhadap penipuan daring.



