Keputusan Farke Dipertanyakan: Bek yang Dilego Rp80 Miliar Kini Bersinar di Ligue 1
Baca dalam 60 detik
- Leeds United melego Charlie Cresswell ke Toulouse seharga ยฃ4 juta pada 2024, kini nilainya meroket menjadi ยฃ22 juta.
- Cresswell unggul dalam duel udara dan produktivitas gol dibandingkan Pascal Struijk yang akan dijual ke Brighton.
- Manajer Daniel Farke berpotensi menyesal karena menjual bek yang justru menjadi lebih baik dari pilar utamanya saat ini.

Leeds United kembali menghadapi dilema di bursa transfer: setelah kehilangan bek tengah andalan Pascal Struijk ke Brighton & Hove Albion dengan nilai ยฃ20 juta, klub kini dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa mereka pernah melego pemain yang justru tampil lebih gemilang โ Charlie Cresswell โ hanya seharga ยฃ4 juta pada musim panas 2024.
Struijk, yang memulai 33 dari 38 laga Premier League musim lalu, memutuskan mencari tantangan baru setelah kontraknya tersisa 12 bulan. Kepindahannya ke Brighton memang masuk akal secara bisnis: Leeds menghindari risiko kehilangan pemain secara gratis dan meraup keuntungan bersih besar karena Struijk direkrut dari Ajax dengan biaya kecil. Namun, keputusan itu memicu kekecewaan di kalangan suporter yang melihat klub melepas pemain kunci ke rival langsung.
Yang lebih mengkhawatirkan, Leeds sebenarnya sudah memiliki calon pengganti ideal dalam diri Charlie Cresswell. Bek berusia 23 tahun itu dijual ke Toulouse pada 2024 dengan harga murah, dan sejak itu performanya melejit. Menurut data statistik, Cresswell unggul dalam blok, duel, dan penguasaan bola udara dibandingkan Struijk. Ia juga mencetak tiga gol Ligue 1 musim lalu, sementara Struijk gagal mencetak gol dari 3,02 xG di Premier League. Kini, Toulouse membanderol Cresswell ยฃ22 juta โ lima kali lipat dari harga jual Leeds โ dengan peminat seperti Rennes dan Crystal Palace.
Keputusan menjual Cresswell kini menjadi bumerang bagi manajer Daniel Farke. Meski sulit memprediksi perkembangan pemain muda, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Cresswell โ yang dijuluki "impresif" oleh jurnalis Josh Bunting โ menjelma menjadi bek yang lebih lengkap. Ia tidak hanya tangguh dalam bertahan, tetapi juga ancaman di kotak penalti lawan melalui situasi bola mati. Jika Struijk adalah bek kiri andalan, Cresswell menawarkan dimensi serangan tambahan yang justru hilang dari skuad Leeds saat ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya manajemen aset pemain muda. Klub-klub Liga 1 yang kerap melego bakat muda dengan harga murah bisa meniru kesalahan Leeds: menjual pemain potensial tanpa klausul buy-back atau persentase penjualan ulang. Di era di mana nilai pasar pemain bisa meroket drastis dalam dua musim, keputusan transfer harus dipertimbangkan dengan cermat, bukan hanya berdasarkan kebutuhan jangka pendek.
Leeds kini dilaporkan tengah memburu pengganti Struijk di bursa transfer. Namun, pertanyaan besar menggantung: akankah Farke dan jajaran manajemen belajar dari masa lalu, atau justru mengulangi pola yang sama dengan melepas pemain muda berbakat lainnya terlalu dini?



