Ousmane Dembele Pamer Hat-trick 25 Menit, Prancis Hantam Norwegia
Baca dalam 60 detik
- Ousmane Dembele mencetak hat-trick dalam 25 menit pada laga Grup I Piala Dunia 2026, membawa Prancis menang 4-1 atas Norwegia.
- Penampilan Dembele menjadi sinyal bahwa Prancis memiliki ancaman gol di luar Kylian Mbappe menjelang fase gugur.
- Hat-trick ini merupakan yang pertama bagi Dembele di Piala Dunia setelah 11 laga tanpa gol, menjawab kritik tentang ketidakmampuannya di pentas internasional.

Ousmane Dembele membungkam kritik dengan penampilan gemilang saat Prancis menghancurkan Norwegia 4-1 di Foxborough, Massachusetts, Jumat (26/6). Penyerang Paris Saint-Germain itu mencetak hat-trick dalam 25 menit pada babak pertama, menjadi pemain Prancis ketiga yang mampu melakukannya di Piala Dunia setelah Just Fontaine dan Kylian Mbappe.
Laga yang semula diprediksi menjadi duel antara Erling Haaland dan Kylian Mbappe berubah menjadi panggung tunggal Dembele. Norwegia, yang sudah memastikan tempat di babak 32 besar, merotasi hampir seluruh pemain inti dan menyimpan Haaland di bangku cadangan. Namun, keputusan itu tak mengendurkan agresivitas Prancis. Mbappe sempat membentur mistar gawang pada detik ke-25, memberi sinyal bahwa Les Bleus tidak berniat bersantai.
Dembele, yang sebelumnya tak pernah mencetak gol dalam 11 penampilan di Piala Dunia edisi 2018 dan 2022, akhirnya memecah kebuntuan pada laga kedua melawan Irak. Pada pertandingan ini, ia menambah tiga gol sekaligus, menyamai torehan Mbappe (4 gol) dan hanya tertinggal satu gol dari Lionel Messi yang memimpin daftar pencetak gol sementara.
Kritik terhadap Dembele sebelumnya berfokus pada inkonsistensinya bersama tim nasional. Dalam 61 penampilan internasional sebelum laga ini, ia hanya mencetak 8 gol. Namun, performa di Piala Dunia kali ini menunjukkan perubahan signifikan. Menurut analis sepak bola Eropa, kebangkitan Dembele memberi Prancis dimensi serangan baru yang membuat mereka semakin sulit dihentikan. βDengan Dembele yang mulai tajam, lawan tidak bisa lagi hanya fokus pada Mbappe,β ujar seorang pengamat.
Bagi Indonesia, performa Dembele menjadi pengingat bahwa kedalaman skuad adalah kunci sukses di turnamen besar. Timnas Indonesia, yang tengah membangun fondasi menuju Piala Dunia 2034, dapat belajar dari rotasi pemain Norwegia yang justru melemahkan tim. Sementara itu, Prancis menunjukkan bahwa memiliki pemain pelapis berkualitas tinggi mampu mengubah jalannya pertandingan.
Dengan kemenangan ini, Prancis melaju ke babak gugur sebagai juara grup. Pertanyaan besarnya: mampukah Dembele mempertahankan performa ini hingga final? Jika ya, Prancis bukan hanya tim yang patut diwaspadai, melainkan favorit baru untuk merebut trofi.



