James Norton Mengaku 'Cukup Ngeri' Perankan Hamlet di West End London
Baca dalam 60 detik
- Aktor James Norton akan membawakan peran Hamlet dalam produksi garapan sutradara Jerman Thomas Ostermeier di West End London pada musim gugur 2027.
- Norton mengaku merasa terhormat sekaligus gentar menghadapi tantangan akting klasik Shakespeare tersebut, terutama di bawah arahan Ostermeier yang sebelumnya sukses dengan lakon The Seagull dan An Enemy of the People.
- Pementasan ini menjadi Hamlet pertama di West End sejak Andrew Scott pada 2017 dan menandai debut Ostermeier menyutradarai Shakespeare dalam bahasa Inggris.

James Norton, aktor yang dikenal lewat serial House of the Dragon dan Happy Valley, akan membintangi pementasan Hamlet di kawasan West End London pada musim gugur 2027. Dalam pernyataan resminya, ia mengaku merasa 'cukup ngeri' menghadapi salah satu peran paling ikonik dalam sejarah teater Inggris itu.
Produksi terbaru ini digarap oleh sutradara Jerman Thomas Ostermeier, yang sebelumnya sukses membawakan The Seagull dan An Enemy of the People di Londonโmasing-masing dibintangi Cate Blanchett dan Matt Smith. Bagi Norton, kesempatan bekerja dengan Ostermeier menjadi daya tarik utama. โSaya tahu saya berada di tangan yang tepat,โ ujarnya, seraya menambahkan bahwa peran dan sutradara ini telah lama membuatnya penasaran.
Ostermeier pertama kali menyutradarai Hamlet pada 2008 dengan Lars Eidinger sebagai pemeran utama, dan produksi itu sempat dipentaskan di London pada 2011. Kini, ia akan menyutradarai Shakespeare dalam bahasa Inggris untuk pertama kalinya. โSaya merasa terhormat bisa menghadirkan kembali Hamlet di West End bersama James, yang menurut saya adalah Pangeran Denmark yang sempurna,โ kata Ostermeier.
Norton bukan pendatang baru di dunia Shakespeare. Saat masih mahasiswa di Cambridge University pada 2006, ia memerankan Don Pedro dalam Much Ado About Nothing. Setahun kemudian, ia tampil sebagai Posthumus dalam Cymbeline arahan Trevor Nunn. Pada 2016, ia memerankan Richard II dalam film pendek yang merupakan bagian dari seri Complete Walk Shakespeareโs Globe, yang diputar gratis di sepanjang Sungai Thames untuk memperingati 400 tahun wafatnya sang sastrawan.
Bagi penikmat teater di Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa tradisi pementasan Shakespeare masih hidup dan terus diperbarui. Meski akses langsung ke West End mungkin terbatas, pertunjukan semacam ini kerap menjadi tolok ukur kualitas akting dan penyutradaraan yang bisa dinikmati melalui rekaman atau siaran langsung di bioskop-bioskop tertentu. Selain itu, antusiasme Norton terhadap peran ini bisa menjadi inspirasi bagi para pegiat teater Tanah Air yang tengah menggarap adaptasi karya-karya klasik.
Pertanyaannya, akankah produksi Ostermeier ini kelak dipentaskan di luar Inggris, misalnya melalui tur dunia seperti yang dilakukan versi pertamanya selama 18 tahun? Jika ya, bukan tidak mungkin penonton Indonesia suatu hari nanti bisa menyaksikan langsung interpretasi segar atas lakon abadi Shakespeare tersebut.



