Masa Depan Doctor Who: Tender Terbuka, Natal Dikorbankan
Baca dalam 60 detik
- BBC melelang hak produksi Doctor Who, memicu antrean produser potensial.
- Episode spesial Natal dibatalkan demi fokus pada regenerasi dan masa depan serial.
- Mantan showrunner Steven Moffat yakin Doctor Who akan kembali dengan wajah baru.

BBC secara resmi membuka proses tender kompetitif untuk waralaba ikoniknya, Doctor Who, dan langkah ini langsung menarik perhatian sejumlah rumah produksi. Mantan showrunner Steven Moffat mengonfirmasi bahwa para produser sudah mulai mengantre untuk mendapatkan hak menggarap serial fiksi ilmiah legendaris tersebut.
Dalam wawancara dengan Peter Purves Podcast, Moffat mengungkapkan optimisme tinggi terhadap masa depan Doctor Who. "Sudah ada orang-orang yang bersiap untuk mencoba mendapatkan acara ini," ujarnya. Meski tidak merinci jadwal pasti, ia menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam proses transisi. "Saya benar-benar tidak ingin mendesak siapa pun," tambahnya.
Moffat, yang pernah memimpin serial ini selama beberapa musim, meyakini Doctor Who akan kembali dengan format yang berbeda. "Apakah saya pikir acara ini akan kembali? Saya tahu pasti. Ini akan baik-baik saja. Terlalu besar. Ini monster sebuah acara. Akan kembali, dan akan berbeda, dan akan baru," tegasnya.
Keputusan tender ini diumumkan BBC pada bulan lalu, bersamaan dengan pembatalan episode spesial Natal yang sebelumnya direncanakan. Dalam pernyataan resmi, BBC menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kelangsungan jangka panjang Doctor Who. "Setelah pertimbangan matang, BBC, Russell T Davies, dan Bad Wolf secara kolektif memutuskan untuk tidak melanjutkan episode Natal yang telah diumumkan sebelumnya. Keputusan ini tidak diambil ringan, dan kami tahu akan mengecewakan penggemar," tulis pernyataan tersebut.
BBC menambahkan bahwa pengorbanan episode Natal diperlukan agar TARDIS—kendaraan waktu ikonik Doctor Who—dapat mendarat kembali dengan gemilang di masa depan. "Kami memilih untuk mendorong investasi pada masa depan jangka panjang acara ini, memastikan ketika TARDIS mendarat lagi, itu terjadi dalam segala kemegahannya," lanjut pernyataan itu.
Produser televisi Richard Osman, yang mendukung aktor George Fouracres sebagai pengganti Ncuti Gatwa, memberikan perspektif berbeda. Dalam podcast The Rest Is Entertainment, ia menegaskan bahwa tender bukanlah tanda istirahat, melainkan langkah strategis. "Begitu Anda mengatakan tender, Anda tidak bisa membuat spesial Natal, karena kanon acara akan sangat terpengaruh oleh apa yang akan mereka lakukan dengan regenerasi Ncuti Gatwa ke Billie Piper. Anda tidak bisa membebani perusahaan yang sedang mengerjakan arah alam semesta Doctor Who," jelas Osman.
Bagi penggemar di Indonesia, perkembangan ini menimbulkan tanda tanya besar. Doctor Who memiliki basis penggemar setia di Tanah Air, terutama sejak era modern yang ditayangkan di berbagai platform streaming. Keputusan BBC untuk membuka tender justru bisa menjadi peluang bagi rumah produksi global, termasuk yang berbasis di Asia, untuk ikut serta. Namun, pembatalan spesial Natal jelas mengecewakan, mengingat tradisi tahunan ini telah menjadi bagian dari identitas serial.
Pertanyaan besarnya: akankah Doctor Who tetap relevan di tengah persaingan ketat konten sci-fi global? Atau justru tender ini akan membawa angin segar dengan pendekatan baru yang lebih segar? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti—TARDIS belum berhenti berputar.



