Dukungan Suporter Norwegia Berbuah Play-off: Hovland Tantang Scheffler di Travelers Championship
Baca dalam 60 detik
- Viktor Hovland memaksakan play-off dengan Scottie Scheffler setelah keduanya finis 21-under par di Travelers Championship.
- Kehadiran suporter Norwegia yang memadati lapangan, terinspirasi dari gelaran Piala Dunia, menjadi energi tambahan bagi Hovland.
- Pertandingan ulang pada Senin pagi waktu setempat akan menentukan juara, dengan Hovland berpeluang meraih kemenangan kedelapan di PGA Tour.

Viktor Hovland, pegolf Norwegia berusia 28 tahun, harus menunda perayaan kemenangan setelah memaksakan babak play-off dengan Scottie Scheffler di Travelers Championship, Minggu (25/6) waktu setempat. Keduanya sama-sama mengemas skor 21-under par, namun karena petir dan hujan yang menunda pertandingan selama 90 menit, panitia memutuskan untuk melanjutkan laga pada Senin pagi.
Hovland sebenarnya memimpin satu pukulan memasuki putaran keempat. Namun, peluang untuk mengunci kemenangan di hole ke-18 gagal setelah putt birdie dari jarak 25 kaki hanya meleset tipis. Ia mencatat skor 69 pada putaran final. Sementara itu, Scheffler, yang merupakan pegolf nomor satu dunia, harus melakukan putt penyelamat par dari jarak sembilan kaki untuk menyamai skor Hovland. Begitu bola masuk, ia mengepalkan tangan penuh semangat.
Yang menarik, kehadiran suporter Norwegia di TPC River Highlands, Connecticut, menjadi pemandangan tersendiri. Mereka meneriakkan yel-yel khas 'viking row' yang populer selama Piala Dunia musim panas ini. Timnas Norwegia baru saja bertanding melawan Prancis di Boston, yang hanya berjarak dua jam perjalanan dari lokasi turnamen. Hal ini mendorong puluhan penggemar untuk datang mendukung Hovland secara langsung.
Bagi Hovland, ini adalah kesempatan emas untuk meraih kemenangan kedelapan di PGA Tour. "Saya sangat dekat untuk menyelesaikannya di hole 18, tapi saya akan menerima play-off ini," ujarnya. "Saya bermain golf yang hebat minggu ini, jadi saya merasa cukup baik. Tentu saja saya lebih suka menang dalam regulasi, tapi saya punya kesempatan lagi untuk menang."
Perjalanan Hovland di putaran keempat tidak mulus. Ia sempat terpeleset setelah bogey keempat di awal sembilan hole belakang. Namun, ia bangkit dengan tiga birdie beruntun mulai hole 13 untuk menyamai skor Scheffler. "Untuk sementara, saya bahkan tidak berada di posisi kedua, jadi saya sangat senang masih memiliki peluang," kata Hovland.
Dari sisi persaingan, Collin Morikawa menjadi ancaman kejutan. Ia memulai hari dengan tertinggal sembilan pukulan, namun mencetak 61 (sembilan-under) untuk memimpin klub lebih dulu dengan 20-under par. Sayang, Hovland dan Scheffler masih memiliki enam hole tersisa dan mampu melampaui catatannya. Morikawa akhirnya finis ketiga, disusul Matt Fitzpatrick yang hanya terpaut satu pukulan.
Bagi penggemar golf di Indonesia, persaingan Hovland vs Scheffler menjadi tontonan menarik. Scheffler, yang mendominasi tur musim ini dengan lima kemenangan, diuji oleh kegigihan Hovland yang didukung penuh oleh suporter tanah airnya. Pertanyaan besarnya: akankah Hovland mampu memanfaatkan momentum dan mengalahkan raja peringkat dunia? Atau Scheffler akan kembali menunjukkan kelasnya?



