Noah Kahan Imbau Penonton Tak Buang Air Sembarangan di Konser
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Noah Kahan meminta penggemar menggunakan toilet setelah insiden kotoran di konsernya di Philadelphia.
- Fenomena penggemar memakai popok untuk bertahan di barisan depan juga dikeluhkan Olivia Rodrigo.
- Noah Kahan sebelumnya juga mengkritik pencurian papan jalan yang disebut dalam lagunya dan menawarkan ganti rugi.

Penyanyi folk asal Amerika Serikat, Noah Kahan, secara terbuka memohon para penggemarnya untuk tidak buang air besar sembarangan di area konser. Imbauan ini muncul setelah sebuah video viral di TikTok memperlihatkan dugaan kotoran manusia berserakan di dekat panggung saat pertunjukannya di Citizens Bank Park, Philadelphia, Jumat (26/6) waktu setempat.
Dalam unggahan di platform X pada Sabtu (27/6), pelantun Stick Season itu menulis dengan nada bercampur frustrasi. โKalau kalian harus buang air besar di konser, demi Tuhan, pergilah ke toilet. Saya juga pernah buang air di celana seperti pria 29 tahun lainnya, tapi kalian harus paham ada petugas venue yang harus membersihkannya,โ tulisnya. Ia menambahkan candaan bahwa dirinya pernah buang air besar di atas panggung di Charlottesville, Virginia, sebagai bentuk dedikasi pada seni.
Fenomena ini bukan pertama kali terjadi di industri musik. Beberapa pekan sebelumnya, penyanyi Olivia Rodrigo mengaku pernah mencium bau popok yang dikenakan penggemar di barisan depan konsernya. Dalam wawancara dengan KISS FM pada 18 Juni, ia mengatakan, โSaya pernah melihat dan mencium penggemar yang memakai popok agar bisa bertahan di posisi terdepan. Itu pengalaman yang unik sebagai performer.โ
Noah Kahan sendiri bukanlah artis yang asing dengan humor toilet. Dalam wawancara dengan BBC pada April lalu, ia mengaku bahwa duduk di toilet sering memicu ide lagu terbaiknya. โAkustik kamar mandi sangat bagus, dan saya selalu merasa lucu duduk di toilet sambil bermain musik. Penggemar saya suka ketika saya bicara soal kotoran, jadi ini cara yang bagus untuk menggabungkan musik dan humor kamar mandi,โ ujarnya.
Di luar insiden toilet, Noah Kahan juga baru-baru ini menghadapi masalah lain terkait perilaku penggemar. Ia meminta para pengikutnya berhenti mencuri papan nama jalan di Alger Brook, Strafford, Vermont, yang disebut dalam lagunya The View Between Villages. Tindakan tersebut dinilai mengganggu warga setempat. Melalui Instagram Stories, ia menawarkan diri membayar penggantian papan yang hilang dan meminta maaf kepada penduduk setempat. โSaya benci karena saya mencantumkan nama jalan dalam lagu, sebagian orang menganggapnya sebagai undangan untuk mengganggu kehidupan orang-orang yang bekerja keras di sana,โ tulisnya.
Fenomena penggemar yang bertindak ekstrem demi idola bukanlah hal baru di industri musik global. Namun, bagi penggemar di Indonesia, insiden ini bisa menjadi pengingat akan etika menonton konser. Di Tanah Air, antrean panjang dan kepadatan penonton kerap memicu keluhan serupa, meski belum ada laporan soal buang air sembarangan. Promotor dan manajemen venue biasanya menyediakan toilet portabel yang memadai, tetapi kesadaran penonton untuk menggunakannya masih perlu ditingkatkan.
Ke depan, para artis mungkin perlu lebih tegas dalam mengatur perilaku penggemar di konser. Apakah akan ada larangan resmi atau sanksi bagi pelanggar? Atau justru akan muncul tren baru seperti โtoilet breakโ terjadwal selama pertunjukan? Yang jelas, kenyamanan dan kebersihan venue adalah tanggung jawab bersama antara penyelenggara, artis, dan penonton.



